Kim Yo Jong, 'Ivanka' Korea Utara, Sudahi Misi di Pyeongchang

Kehadiran Kim Yo Jong, adik kandung diktator Korea Utara Kim Jong Un, dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, akhir pekan kemarin menarik perhatian seluruh pihak. Oleh media Korsel, wanita ini dilabeli sebagai 'Ivanka-nya Kim Jong Un'.
Renat Sofie Andriani | 12 Februari 2018 09:03 WIB
Kim Jong Yong dan Kim Jong Un - guardian

Kabar24.com, JAKARTA – Kehadiran Kim Yo Jong, adik kandung diktator Korea Utara Kim Jong Un, dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, akhir pekan kemarin menarik perhatian seluruh pihak. Oleh media Korsel, wanita ini dilabeli sebagai 'Ivanka-nya Kim Jong Un'.

Tidak banyak informasi pribadi yang berhasil diperoleh secara luas terkait wanita kelahiran 26 September 1987 ini. Pada Januari 2015, ia dikabarkan telah menikah dengan seorang anak dari pejabat pemerintahan setempat.

Namun keakuratan kabar ini kemudian dimentahkan oleh sumber pemerintahan Korea Selatan. Kim Yo Jong dikabarkan juga telah memiliki seorang anak, meskipun identitas ayah sang anak belum diketahui dengan pasti.

Kim Yo Jong adalah putri bungsu Kim Jong Il dan istrinya Ko Yong Hui. Ia diketahui memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakaknya, Kim Jong Un. Ia kerap terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam sejumlah acara.

Tahun lalu, posisinya diperkuat setelah dia dipromosikan untuk bergabung dengan politburo atau biro politik Korea Utara (Korut). Ia kemudian ditunjuk menjadi Wakil Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Buruh.

Kehadiran Kim Yo Jong dalam pembukaan Olimpade Musim Dingin tahun ini merupakan salah satu peristiwa yang paling disoroti. Ini adalah kunjungan pertama yang pernah dilakukan anggota keluarga dinasti Korea Utara sejak Perang Korea tercetus.

Dalam lawatannya tersebut, Kim Yo Jong juga menyampaikan undangan pribadi dari Kim Jong Un kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae In untuk melakukan pembicaraan resmi di Pyongyang.

Undangan itu disampaikan dalam pertemuan makan siang bersama Moon di Blue House, Seoul, pada Sabtu (10/2). Kim Jong Un disebut ingin memperbaiki hubungan kedua negara.

Dilansir Reuters, juru bicara Blue House Kim Eui Kyeom mengatakan Moon menerima undangan tersebut. Moon juga meminta Korut untuk lebih aktif berdialog dengan AS karena dialog dengan negara itu berpengaruh terhadap upaya perbaikan hubungan Korut dan Korsel.

Namun, tidak disebutkan apakah pertemuan kemarin juga membicarakan proyek senjata nuklir Korut. Jika pertemuan tersebut terealisasi, maka ini akan menjadi pertemuan pertama antara pemimpin kedua negara sejak 2007.

Warga Korsel Protes

Di sisi lain, kabar mengenai undangan pertemuan tersebut menuai protes dari warga Korea Selatan. Dilansir BBC, sejumlah warga Korsel membakar bendera unifikasi Korea dan merobek gambar pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Mereka menolak apa yang disebut 'upaya propaganda' oleh Korut dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. Oleh seorang warga, Olimpiade Pyeongchang telah berubah makna menjadi Olimpiade Pyongyang.

Para pemrotes menuding Presiden Moon Jae In telah membiarkan Korut melancarkan propaganda serta merusak aliansi militer Korsel dengan AS.

“Kami tegas menolak pertemuan tersebut jika Korea Utara tidak menghentikan persenjataan nuklirnya,” ujar seorang warga.

Seorang warga lain menuturkan alasan mereka semua berkumpul dengan memegang bendera Korsel dan AS adalah karena Korut memiliki persenjataan nuklir yang sangat berbahaya. AS pun didesak untuk mengambil langkah pencegahan untuk menghancurkan persenjataan nuklir Korut.

Protes itu dilancarkan tepat saat sebuah kelompok orkestra Korut sedang menggelar konser di gedung National Theater, Seoul, pada Minggu (11/2). Konser itu di antaranya dihadiri Kim Yo Jong dan Presiden Moon Jae In.

Rombongan Kim Yo Jong beserta sejumlah delegasi Korut dilaporkan telah bertolak kembali ke Korea Utara dengan pesawat pribadi Kim Jong Un pada Minggu malam waktu setempat.

 

Tag : kim jong un
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top