Gempa Lebak, Banten: Selain Hoax Foto dan Video, Juga Muncul Hoax Gempa Susulan

Tak hanya foto dan video, gempa tersebut juga disusul dengan kabar bohong tentang gempa susulan 7.5 Skala Richter. Tentu saja, hal itu membuat suasana menjadi kian mencekam. Lantas, begitukah keadaan yang sesungguhnya?
Saeno | 23 Januari 2018 21:17 WIB
Ilustrasi: Seismograf di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (21/11). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Tak lama setelah terjadi gempa di Lebak, Banten, media sosial diramaikan foto jalan retak dan video truk yang terguncang keras, dan bumi seperti diayun=ayun. Gambar dan video tanpa informasi lengkap itu terkesan berasosiasi dengan gempa di Lebak, Banten. 

Tak hanya foto dan video, gempa tersebut juga disusul dengan kabar bohong tentang gempa susulan 7.5 Skala Richter. Tentu saja, hal itu membuat suasana menjadi kian mencekam. Lantas, begitukah keadaan yang sesungguhnya?

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Hary Djatmiko mengatakan kabar mengenai adanya gempa susulan 7,5 Skala Richter merupakan kabar bohong atau "hoax".

"Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut," kata Hary kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Sebelumnya, sempat viral kabar soal gempa susulan setelah terjadi guncangan di kawasan Provinsi Banten pada Selasa siang.

Bunyi dari kabar viral itu adalah, "Diharap keluar rumah nanti malam pukul 22.30-23.59 karena potensi gempa susulan sebesar 7,5 SR Magnitude. Bagi yang tahu harap sebarkan berita penting ini."

Hary mengatakan berita tersebut dibuat dengan mengatasnamakan BMKG. Padahal, berita itu hanya "hoax" yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan sifatnya membohongi masyarakat. Isu tersebut juga tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.

Dia mengatakan teknologi saat ini belum dapat memperkirakan dengan tepat soal tempat dan waktu terjadinya gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak terpengaruh dengan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi," kata dia.

Terus bagaimana dengan foto jalan retak dan truk terguncang?

Rupanya itu kejadian lama di daerah lain. Di antara pengguna media sosial rupanya ada yang mengutip penjelasan soal hoax tersebut. Konon, jalan retak adalah foto di daerah Wonosari sedangkan truk terguncang bukan akibat gempa melainkan karena terpaan badai di pelabuhan Gilimanuk..

Sumber : Antara

Tag : gempa bumi, hoax
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top