Begini Ketatnya Persaingan di Pilgub Bali 2018

Berbeda dari provinsi lain, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 diperkirakan berlangsung sangat ketat kalau indikator yang digunakan adalah jumlah kursi partai pendukung di DPRD.
John Andhi Oktaveri | 17 Januari 2018 15:12 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (tengah) selaku kader PDIP menghadiri pendaftaran bakal calon gubernur Bali, I Wayan Koster (kedua kiri) dan bakal calon wakil gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace (kedua kanan) di KPUD Bali, Denpasar, Senin (8/1). Pasangan bakal calon Koster - Ace tersebut diusung oleh PDIP yang didukung lima partai lainnya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bali 2018. ANTARA FOTO - Nyoman Budhiana

Kabar24.com, JAKARTA - Berbeda dari provinsi lain, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 diperkirakan berlangsung sangat ketat kalau indikator yang digunakan adalah jumlah kursi partai pendukung di DPRD.

Apalagi hanya ada dua pasang calon (paslon) yang akan bertarung dengan masing-masing basis pendukung. Artinya, selisih satu suara saja sudah cukup untuk mengalahkan pihak lawan.

Paslon Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) didukung 28 kursi di DPRD, sedangkan paslon I Wayan Koster-Cokorda Artha Ardhana Sukawati (Koster-Cok) diperkuat 27 kursi.

Perbedaan tipis dari sisi kekuatan politik itulah yang membuat mereka harus all out menggunakan segala daya upaya untuk meraih tahta tertinggi di Pulau Dewata.

Tag : Pilgub Bali 2018
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top