Songsong Tahun Politik, Ini 4 Poin Catatan Refleksi PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengharapkan tahun 2018, yang akan diselenggarakan Pilkada Serentak, akan menjadi tahun penuh pancaran nurani kemanusiaan.
Fajar Sidik | 31 Desember 2017 16:58 WIB
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (keempat kiri) didampingi Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin (keempat kanan), Wasekjen PDI-P Eriko Sotarduga (kedua kiri) berjabat tangan dengan para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Iwa Karniwa (kiri), Dedi Mulyadi (ketiga kiri), Deddy Mizwar (ketiga kanan), Irjen Pol Anton Charliyan (kedua kanan) dan Agung Suryamal (kanan) saat Silaturahmi dan Curah Gagasan DPD PDI Perjuangan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/10). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengharapkan tahun 2018, yang akan diselenggarakan Pilkada Serentak, akan menjadi tahun penuh pancaran nurani kemanusiaan.

Dalam pernyataan resminya, Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan mencatat empat poin yang menjadi refleksi partai berlambang banteng ini dengan judul "Demokrasi membangun peradaban akan diuji".

 

“Jangan gunakan segala cara demi menang Pilkada,’’ tulis Hasto dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis.com, Minggu (31/12).

Berikut ini empat poin catatan refleksi PDIP dalam menyongsong tahun politik.

  1. PDI Perjuangan berharap agar tahun baru 2018 menjadi momentum memperkuat spirit kemanusiaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tahun politik 2018 menjadi ujian apakah demokrasi Indonesia mampu berdiri kokoh pada pemahaman nilai kemanusiaan yang menyatu dengan nilai ketuhanan, kebangsaan, musyawarah mufakat dan perjuangan menegakkan keadilan sosial. Sebab demokrasi dalam pemilu hanyalah alat. Demokrasi jangan memecah belah bangsa hanya demi alasan kemenangan. Dalam konteks ini, PDI Perjuangan berharap agar Pilkada Serentak 2018, meskipun terjadi persaingan, bahkan kontestasi kekuasaan untuk memenangkan Pemilu, namun watak perikemanusiaan dan perikeadilan tetap menjadi tolok ukur utama kualitas demokrasi di Indonesia”
  2. PDI Perjuangan mengingatkan bahwa sejak awal mula, cita-cita kemerdekaan Indonesia muncul karena perasaan terjajah, diperlakukan tidak adil, dan terampas jiwa kemanusiaannya. Karena itulah tahun Politik 2018 harus dimaknakan untuk memperhebat bekerjanya nilai-nilai kemanusiaan itu. Dengan demikian, melalui Pemilukada, yang dicari adalah para pemimpin yang jujur, visioner, dan mampu membawa perubahan untuk perikehidupan rakyat yang lebih baik. Mereka yang menghalalkan segala cara dan mengingkari nilai kemanusiaan dengan menyebarkan permusuhan, kebencian dan perpecaham, hendaknya tidak dipilih”
  3. PDI Perjuangan percaya bahwa kemanusiaan adalah satu. Mankind is one. Budi kemanusiaan, hati nurani kemanusiaan, the social conscience of man, seharusnya menyerapi jiwa semua makluk, dan menjadi komitmen rakyat Indonesia untuk melalui tahun politik dengan damai, aman dan demokratis. “Jangan pernah gunakan kekuasaan untuk menang dengan segala cara. Indonesia adalah bangsa yang bermartabat dan berkeadaban Pancasila”
  4. Selamat tahun baru 2018. Kita belajar dari tahun 2017, bagaimana demokrasi segala cara mereduksi nilai kemanusiaan sebagai bangsa. Kita songsong tahun 2018 dengan penuh optimisme sebagai bangsa yang terus berjuang dengan Pancasila sebagai jalan peradaban Indonesia Raya.

 

Tag : pdip
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top