Taiwan Klaim Aktivitas Militer China Ganggu Stabilitas Regional

Taiwan menilai meningkatnya frekuensi aktivitas militer China dapat menimbulkan instabilitas regional. Angkatan Udara China sudah melakukan 16 kali latihan di dekat wilayah Taiwan dalam setahun terakhir. Namun, Beijing menegaskan hal itu hanya latihan rutin.
Newswire | 28 Desember 2017 11:47 WIB
Pelantikan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Taiwan menilai meningkatnya frekuensi aktivitas militer China dapat menimbulkan instabilitas regional.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/12/2017), Presiden Taiwan Tsai Ing Wen mengatakan pihaknya memantau dengan ketat aktivitas China di wilayah mereka. "Saat ini, frekuensi aktivitas militer China di Asia Timur sudah mempengaruhi keamanan dan stabilitas kawasan ini," ujarnya saat berbicara kepada para pejabat militer senior di Taipei.

Tsai mengklaim negaranya selalu berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas regional, sehingga militer Taiwan mesti selalu memantau pergerakan militer China dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan negara serta kawasan.

Dia menambahkan Taiwan menginginkan kedamaian tapi tetap bersiaga. Militer Taiwan dilengkapi persenjataan buatan AS dan menekan Washington untuk menjual peralatan yang lebih canggih.

China sebelumnya sudah mewanti-wanti Taiwan untuk tidak menggunakan senjata untuk menolak reunifikasi. Media lokal Tiongkok juga gencar menampilkan foto-foto jet China yang terbang di dekat Taiwan.

Angkatan Udara China sudah melakukan 16 kali latihan di dekat wilayah Taiwan dalam setahun terakhir. Namun, Beijing menegaskan hal itu hanya latihan rutin.

Sumber : Reuters

Tag : taiwan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top