Konser Dibatalkan, Dubes Israel Ajak Lorde Bahas Israel

Duta Besar Israel untuk Selandia Baru akan memanggil penyanyi pop Lorde untuk membahas pembatalan konsernya di negara Timur Tengah itu di tengah memanasnya konflik di kawasan tersebut.
Newswire | 27 Desember 2017 17:19 WIB
Lorde di Golden Globe Awards 2015 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Israel untuk Selandia Baru akan memanggil penyanyi pop Lorde untuk membahas pembatalan konsernya di negara Timur Tengah itu di tengah memanasnya konflik di kawasan tersebut.

Dalam surat yang disampaikan ke publik melalui akun Facebook resmi Kedutaan Besar Israel, Duta Besar Israel untuk Selandia Baru Itzhak Gerberg menyatakan keputusan membatalkan konser tersebut sangat disayangkan. Dia menambahkan boikot yang dilakukan kepada negaranya menunjukkan permusuhan dan intoleransi.

"Saya mengundang Anda untuk bertemu secara langsung membahas Israel, apa saja yang sudah kami capai, dan perannya sebagai negara demokrasi satu-satunya di Timur Tengah," papar Gerber seperti dilansir Reuters, Rabu (27/12/2017).

Perwakilan Lorde belum memberikan komentar terkait hal ini.

Penyanyi Selandia Baru berusia 21 tahun itu sebenarnya dijadwalkan tampil di Tel Aviv pada Juni 2018 sebagai bagian dari konser globalnya. Lorder tengah mempromosikan album keduanya yang bertajuk Melodrama.

Namun, para aktivis mendesaknya untuk membatalkan rencana tersebut dalam surat terbuka pada Kamis (21/12). Desakan ini merupakan bagian dari aksi boikot melawan keberadaan Israel dari wilayah Palestina.

Justine Sachs dan Nadia Abu Shanab, dua orang aktivis yang terkait dengan kampanye ini, mengungkapkan tampil di Israel sama saja dengan memberikan dukungan kepada kebijakan Pemerintah Israel walaupun tidak membuat komentar mengenai situasi politik. "Kami percaya bahwa boikot ekonomi, intelektual, dan seni adalah cara yang efektif," papar mereka kepada The Spinoff.

Lewat akun Twitter-nya, Lorde menyatakan dia telah berbicara dengan banyak orang dan mempertimbangkan segala opsi.

Pada Minggu (24/12), Eran Arielli yang menjadi promotor mengumumkan bahwa konser tersebut dibatalkan. "Jujur saja, saya terlalu naif berpikir artis seusianya dapat menahan tekanan yang muncul ketika memutuskan datang ke Israel," terangnya.

Beberapa artis yang telah memboikot Israel adalah Roger Waters dari Pink Floyd dan Elvis Costello. Sementara itu, artis-artis lainnya seperti Elton John, Aerosmith, Guns n' Roses, Rolling Stones, Justin Bieber, dan Rihanna sudah pernah tampil di negara itu beberapa tahun terakhir.

Sumber : Reuters

Tag : israel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top