Pejabat Huawei Tersangkut Kasus Korupsi

Huawei Technologies Co., produsen ponsel terbesar China, tengah dirundung perkara hukum karena salah satu pejabat tingginya diduga terlibat kasus korupsi. Dilansir Bloomberg, Rabu (27/12/2017), kepala bagian penjualan untuk pasar domestik Huawei ditahan terkait penyelidikan korupsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Desember 2017  |  16:57 WIB
Pejabat Huawei Tersangkut Kasus Korupsi
Huawei - Reuters/Hannibal Hanschke

Bisnis.com, JAKARTA - Huawei Technologies Co., produsen ponsel terbesar China, tengah dirundung perkara hukum karena salah satu pejabat tingginya diduga terlibat kasus korupsi.

Dilansir Bloomberg, Rabu (27/12/2017), kepala bagian penjualan untuk pasar domestik Huawei ditahan terkait penyelidikan korupsi. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu menyampaikan polisi telah menahan Teng Hongfei atas dugaan menerima suap.

"Otoritas keamanan sedang menginvestigasi kasus ini dan kami mengacu ke pernyataan resmi mereka terkait apa yang bisa kami sampaikan ke publik. Kami menerapkan etika bisnis dengan sangat serius dan tidak memiliki toleransi untuk perilaku korupsi," papar Huawei dalam pernyataan resminya.

Penahanan ini menjadi pukulan besar bagi Huawei, yang sudah mencuri perhatian dunia karena mampu memproduksi ponsel berspesifikasi premium dengan harga murah.

Namun, perusahaan itu tidak asing terhadap tindak korupsi. Pada 2015, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengungkapkan perusahaannya perlu memperketat kebijakan internal setelah memaafkan lebih dari 4.000 karyawan, termasuk pejabat di posisi tinggi, terkait keterlibatan di kasus korupsi dan penipuan.

Huawei tidak menyebutkan siapa pengganti Teng. Divisi konsumer perusahaan, yang didominasi smartphone, melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 36% menjadi 105,4 miliar yuan atau setara dengan US$16 miliar dalam 6 bulan pertama 2017.

Unit bisnis ini menargetkan kenaikan penjualan sebesar 25% menjadi US$33 miliar, turun 42% dibandingkan capaian 2016. Selain menjual smartphone, divisi itu juga memasarkan jam tangan pintar, tablet, dan aksesoris gawai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korupsi

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top