Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Israel Puji Langkah Guatemala

Pemerintah Israel memberi pujian kepada Guatemala yang akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Guatemala adalah satu dari segelintir negara yang menolak resolusi tidak mengikat PBB yang menentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Newswire | 25 Desember 2017 17:31 WIB
Seorang pria berjalan melintasi bendera nasional Israel dan Amerika tampak terproyeksi di tembok di sekitar Kota Tua Yerusalem pada 6 Desember 2017. - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Guatemala memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem mendapat pujian dari Israel.

Lewat akun Twitter-nya, Senin (25/12/2017), Juru Bicara Parlemen Isreal Yuli Edelstein memberikan selamat kepada Presiden Guatemala Jimmy Morales atas keputusannya memindahkan kedutaan besar Guatemala ke Yerusalem. "Keputusan Anda membuktikan Anda dan Guatemala adalah teman sejati Israel," paparnya seperti dilansir Reuters.

Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked juga berterima kasih kepada Morales atas keputusannya yang berani. Shaked meyakini langkah Guatemala akan diikuti oleh negara-negara lainnya.

Duta Besar Israel untuk Guatemala Matty Cohen menyatakan perpindahan itu belum memiliki tanggal pasti, tapi akan dilakukan setelah AS merelokasi kedutaan besarnya ke Yerusalem. Pemerintah AS sebelumnya menyampaikan perpindahan tersebut bakal memakan waktu setidaknya 2 tahun.

Guatemala adalah satu dari segelintir negara yang menolak resolusi tidak mengikat PBB yang meminta AS mencabut pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Negara Amerika Tengah lainnya yaitu Honduras juga mendukung langkah Presiden AS Donald Trump.

Dalam pengambilan suara yang dilakukan pada Kamis (21/12), sebanyak 128 negara menyetujui resolusi PBB yang menentang Trump.

AS adalah donor penting bagi kedua negara itu. Trump juga sudah mengancam untuk mencabut dukungan finansial ke negara-negara yang mendukung resolusi PBB.

Morales sebelumnya mengumumkan, melalui akun Facebook-nya, bahwa dia memutuskan untuk ikut memindahkan kedutaan besar Guatemala dari Tel Aviv setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebelum 1980, Guatemala, Bolivia, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Haiti, Belanda, Panama, Venezuela, dan Uruguay memiliki kedutaan besar di Yerusalem.

Pada Juni 1980, regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota yang abadi. Hal ini berujung pada resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyerukan negara-negara tersebut untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Tel Aviv.

Sumber : Reuters

Tag : israel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top