Nilai Perdagangan China dengan Korut Naik

Nilai perdagangan China dengan Korea Utara (Korut) mencatatkan kenaikan tipis menjadi US$388 juta pada November secara year on year (yoy).Kendati meningkat, nilai perdagangan kedua negara tersebut tetap berada di level terendahnya sepanjang tahun ini. Hal ini terjadi karena Beijing masih menerapkan sanksi keras kepada Korut, dengan cara mengurangi bisnis dengan Pyongyang pascameningkatnya kampanye militer Kim Jong Un.
Yustinus Andri DP | 23 Desember 2017 15:56 WIB
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Nilai perdagangan China dengan Korea Utara (Korut) mencatatkan kenaikan tipis menjadi US$388 juta pada November secara year on year (yoy).

Kendati meningkat, nilai perdagangan kedua negara tersebut tetap berada di level terendahnya sepanjang tahun ini. Hal ini terjadi karena Beijing masih menerapkan sanksi keras kepada Korut, dengan cara mengurangi bisnis dengan Pyongyang pascameningkatnya kampanye militer Kim Jong-un.

"Nilai perdagangan China dengan Korut pada November naik 15,9% dari Oktober yang mencapau US$334,89 juta. Kendati demikian, capaian bulan lalu jauh di bawah perolehan November 2016 yang menembus US$613,2 juta," ujar Kantor Administrasi Kepabeanan China, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/12/2017)

Sementara itu, data Kepabeanan China juga menunjukkan bahwa perdagangan China dengan Korut telah melambat sejak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlaku pada 5 September. Sanksi tersebut melarang Pyongyang menjual batubara, bijih besi, timbal, bijih timah dan makanan hasil laut ke luar negeri.

Tercatat, Negeri Panda membeli barang senilai US$100,18 juta dari Korut pada bulan lalu, naik dari US$90,75 juta pada Oktober. Namun demikian impor China tersebut tetap lebih rendah dibandingkan dengan US$262,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah China sendiri mencatat, nilai perdagangannya dengan Korut mencapai titik terendahnya sejak Januari 2014, pada Oktober lalu. Ekspor terekam menembus US$287,84 juta pada November atau naik dari US$244,2 juta pada Oktober.

PBB memperkirakan sanksinya kepada Korut akan memangkas pendapatan ekspor negara tersebut secara tahunan sebesar US$3 miliar dolar.

Adapun pada Jumat (22/12/2017), Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara untuk uji coba rudal balistik antarbenua yang diluncurkan Pyongyang pada 29 November 2017.

Sanksi itu akan membatasi akses negara komunis tersebut terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri.

 

Sumber : Reuters

Tag : korut
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top