Korsel Selidiki Keterlibatan Korut Dalam Peretasan Transaksi Cryptocurrency

Penyelidik Korea Selatan menyelidiki keterlibatan Korea Utara terkait peretasan transaksi mata uang virtual (cryptocurrency) di salah satu lokasi transaksi Bitcoin di Seoul, belum lama ini.
Newswire | 21 Desember 2017 11:42 WIB
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelidik Korea Selatan tengah mengkaji kemungkinan keterlibatan Korea Utara atas peretasan transaksi mata uang virtual (cryptocurrency) di Seoul.

Youbit, tempat transaksi Bitcoin yang berbasis Seoul, Korea Selatan (Korsel) mengatakan akan tutup dan mengajukan bangkrut setelah mengalami serangan siber yang memakan 17% dari total asetnya pada pekan ini. Bloomberg melansir Kamis (21/12/2017), Youbit juga mendapat serangan serupa pada April 2017 yang dikaitkan dengan peretas dari Korea Utara (Korut) oleh media lokal.

Penyelidik dari kepolisian dan Korea Internet and Security Agency sedang memeriksa kasus tersebut. Meskipun belum ada dugaan resmi terhadap keterlibatan Korut, tapi kemungkinan ini masih terus diselidiki.

Dugaan serangan siber dari Korut bukan sesuatu yang baru. Belum lama ini, AS menyalahkan Korut terkait penyebaran virus WannaCry yang melumpuhkan ratusan ribu komputer secara global pada awal 2017.

Korsel mengklaim walaupun akses terhadap internet di Korut sangat dibatasi, tapi pemerintah setempat sudah mulai melatih tentara siber pada awal 1990. Sementara itu, Australian Strategic Policy Institute menyampaikan negara yang dipimpin Kim Jong Un itu mempekerjakan sekitar 1.700 peretas, yang didukung oleh lebih dari 5.000 staf pendukung.

Sumber : Bloomberg

Tag : cryptocurrency
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top