Sampoerna Agro Gelar Acara Kulminasi LSP di Kalbar

Sampoerna Agro berkolaborasi dengan Sampoerna University, institusi pendidikan dari Sampoerna Schools System Indonesia, melalui divisi School Development Outreach atau SDO menggelar kulminasi tahun pertama program Lighthouse School di sekolah SMAN 1 Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Newswire | 18 Desember 2017 17:35 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Sampoerna Agro berkolaborasi dengan Sampoerna University, institusi pendidikan dari Sampoerna Schools System Indonesia, melalui divisi School Development Outreach atau SDO menggelar kulminasi tahun pertama program Lighthouse School di sekolah SMAN 1 Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Acara kulminasi yang juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar itu merupakan salah satu dari rangkaian program intensif peningkatan kualitas sekolah yang dirancang oleh SDO.

Fokus dari rangkaian kegiatan LSP tahun pertama adalah peningkatan kapasitas pedagogis guru dan manajemen kepemimpinan sekolah. Pada tahun pertama ini, guru mengikuti serangkaian lokakarya dengan tuntutan hasil berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan standar pemerintah dan membuktikannya pada saat kegiatan pendampingan.

Manajemen sekolah juga mengikuti lokakarya dengan pokok bahasan mengenai pembuatan rencana strategis sekolah, termasuk di dalamnya menelaah kembali visi, misi, dan tujuan sekolah.

Konsep acara kulminasi tahun pertama ini adalah open school, dimana sekolah memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk melihat perubahan yang telah terjadi dalam kurun waktu 1 tahun. Acara kulminasi ini diisi juga dengan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pameran IPA, pameran seni, kelas percontohan kegiatan belajar mengajar, dan pertemuan tiga arah (proses penyampaian laporan hasil belajar siswa kepada orang tua).

"Melalui acara kulminasi hari ini, kami ingin menunjukkan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar bahwa dalam kurun waktu hampir setahun SMAN 1 Menyuke mengalami beberapa perubahan, baik dari lingkungan fisik maupun iklim sekolah," kata Bambang Irianto, Project Implementation Manager SDO, dalam keterangan tertulis, Senin (18/12).

Dia menambahkan, perubahan tersebut tidak terlepas dari rangkaian kegiatan yang telah dirancang dalam lighthouse school program (LSP).

Rangkaian kegiatan LSP telah dilakukan sejak Februari tahun ini, diawali dengan kesepakatan para pemangku kepentingan dalam memilih SMAN 1 Menyuke sebagai sekolah target dan dilanjutkan dengan dua kali pelatihan, serta lima kali pendampingan (coaching and mentoring) kepada manajemen sekolah dan guru.

Lingkup SDO tidak hanya mencakup perbaikan fisik sekolah seperti pembenahan laboratorium IPA, perpustakaan, ruang Bimbingan dan Konseling, kebersihan lingkungan sekolah, dan penghijauan sekolah, namun SDO juga menyoroti pentingnya keaktifan dan keterlibatan siswa antara lain dengan membentuk organisasi siswa yang solid yaitu Majelis Pemusyawaratan Kelas (MPK), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), dan Petugas Kedisiplinan Sekolah (PKS).

Organisasi siswa ini mendapatkan pelatihan kepemimpinan dengan kolaborasi antara sekolah, SDO, dan Koramil setempat.

"Semangat perubahan yang kita lihat hari ini perlu untuk terus dijaga dan dikembangkan. Sampoerna Agro memiliki perhatian yang cukup besar untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Landak Khususnya di Kecamatan Menyuke," kata Cipto Basuki, Head Area Pengembangan Sampoerna Agro.

Dia menyadari bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan oleh SMAN 1 Menyuke untuk menjadi sekolah rujukan di wilayah ini. Namun, dengan semangat perubahan ini, Sampoerna Agro optimistis bahwa dalam 2 tahun mendatang SMAN 1 Menyuke dapat mencapai target LSP.

"Saya sangat mengapresiasi upaya Sampoerna Agro dan Sampoerna University dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Landak," kata DR. Akim, MM., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat.

Namun, sambungnya, keberhasilan LSP di tahun pertama ini tidak boleh hanya dibebankan kepada donor dan pihak sekolah saja, perlu ada sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak baik dari orang tua, komunitas, maupun pihak terkait lainnya demi terciptanya sumber daya manusia yang bermutu.

"Saya mengajak orang tua melalui komite sekolah untuk berperan aktif dalam mengembangkan kualitas sekolah dengan program-program yang dapat menunjang proses kegiatan belajar mengajar di sekolah."


Tag : pendidikan
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top