Jaksa Tokyo Periksa Kasus Monopoli Kereta Maglev

Skandal yang mlelandaindustri konstruksi Jepang kembali terjadi, ketika jaksa pengadilan Tokyo menggerebek kantor Kajima Corp dan Shimizu Corp.Kedua perusahaan tersebut diperiksa atas dugaan keterlibatan pada aksi pelanggaran anti-monopoli dalam kontrak pembangunan Kereta Maglev di Jepang. Adapun, proyek kereta cepat tersebut bernilai US$80 miliar atau 9 triliun yen.
Yustinus Andri DP | 18 Desember 2017 19:37 WIB
Tokyo, Jepang. - www.secretflying.com

Bisnis.com, JAKARTA — Skandal yang mlelandaindustri konstruksi Jepang kembali terjadi, ketika jaksa pengadilan Tokyo menggerebek kantor Kajima Corp dan Shimizu Corp.

Kedua perusahaan tersebut diperiksa atas dugaan keterlibatan pada aksi pelanggaran anti-monopoli dalam kontrak pembangunan Kereta Maglev di Jepang.  Adapun, proyek kereta cepat tersebut bernilai US$80 miliar atau 9 triliun yen.

Juru bicara kedua perusahaan tersebut pun mengkonfirmasi proses investigasi yang dilakukan oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo dan Komisi Perdagangan Adil Jepang. Berdasarkan laporan media lokal Jepang, Obayashi Corp dan Taisei Corp sedianya juga diperiksa, tetai urung dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Menurut laporan surat kabar Sankei, dalam kasus tersebut, keempat perusahaan itu sengaja melakukan manipulasi untuk memenangkan tender proyek tersebut. Manajer dari empat perusahaan konstruksi tersebut diduga bertemu sebulan sekali untuk membahas kemajuan yang mereka lakukan dalam proyek tersebut.

Kereta Maglev sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur utama di Jepang.  Proyek tersebut dikembangkan oleh Central Japan Railway Co., dengan pembangunan tahap pertama menghubungkan Tokyo ke Nagoya dan dijadwalkan akan dibuka pada 2027.

Adapun, ketika dimintai keterangan, Menteri Transportasi Jeapang Keiichi Ishii menolak berkomentar mengenai kemungkinan penyelidikan tersebut akan menunda proyek tersebut. Sementara itu, juru bicara Kajima Atsushi Fujino mengatakan bahwa perusahaannya sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan tersebut.

"Kami belum dapat  mengkonfirmasi tuduhan tersebut," kata juru bicara Shimizu Kiyoshi Maruyama seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (18/12/2017)

Saham Kajima turun sebanyak 4,6 % dan Shimizu tergelincir sebanyak 3,7%, pada Senin (18/12/2017), sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1%.

Kereta Maglev merupakan moda transportasi yang mengandalkan kekuatan magnet untuk mengapung di atas rel sehingga menghilangkan gesekan antara rel dan roda kereta. 

Sumber : bloomberg

Tag : jepang
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top