Golkar Harus Ubah Citra Tua

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan saat ini pemilih Partai Golkar kebanyakan berusia 40 tahun.
Jaffry Prabu Prakoso | 16 Desember 2017 17:53 WIB
Kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi (kedua kanan) bergandengan bersama usai menghadiri acara dukungan untuk Airlangga di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/12). - ANTARA/Risky Andrianto

Kabar24.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan saat ini pemilih Partai Golkar kebanyakan berusia 40 tahun.

Sementara, tidak ada upaya Golkar menggaet anak muda. Jika ini terjadi, sulit rasanya Partai Beringin ini meraih suara tinggi pada pemilihan eksekutif dan legislatif 2019.

"Golkar harus mengubah citra terkesan tua jadi partai ramah dengan anak muda," kata Muhtadi, Sabtu (16/12/2017).

Sementara itu, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang diselenggarakan 19-20 Desember di Jakarta untuk memilih Airlangga Hartarto menggantikan posisi Setya Novanto sebagai ketua umum akan dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Politisi senior Golkar Happy Bone Zulkarnaen mengatakan saat terpilihnya Airlangga secara definitif, akan banyak gebrakan Golkar untuk mengembalikan nama baik Golkar yang selama ini tercoreng karena berbagai masalah terutama kasus korupsi.

"Kami memiliki tagline Menuju Golkar Bersih, Golkar Bangkit, dan Golkar Menang," katanya di Jakarta.

Salah satu yang akan dilakukan adalah dengan melakukan rebranding Golkar dan juga lebih aktif menyasar generasi milenial.

 

Tag : partai golkar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top