Konsumsi Rerata Harian Bensin di Sulawesi Bakal Sentuh 7.027 KL

Momentum Natal dan Tahun Baru diprediksi membuat konsumsi bahan bakar jenis gasoline (bensin) di Regional Sulawesi secara rerata mencapai 3,7% dibandingkan dengan kondisi normal.
Amri Nur Rahmat | 15 Desember 2017 19:16 WIB
Ilustrasi logo Pertamina - Reuters/Darren Whiteside

Kabar24.com, MAKASSAR - Momentum Natal dan Tahun Baru diprediksi membuat konsumsi bahan bakar jenis gasoline (bensin) di Regional Sulawesi secara rerata mencapai 3,7% dibandingkan dengan kondisi normal.

Konsumsi gasoline yang meliputi Premium, Pertalite serta Pertamax Series bakal menyentuh volume 7.027 kiloliter (KL) rerata harian dengan tren peningkatan 3,7% dari konsumsi pada hari biasa.

Adapun tren kenaikan konsumsi pada periode Natal dan Tahun Baru 2018, mulai 24 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018 mendatang juga diperkirakan memicu konsumsi bensin di Sulawesi bergerak 1,1% atau menjadi 2.467 KL rerata harian dari kondisi normal.

GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi Joko Pitoyo mengatakan kenaikan konsumsi BBM itu secara historikal terjadi saat jelang akhir tahun sejalan dengan perayaan Natal maupun Tahun Baru ditandai dengan peningkatan volume kendaraan dan mobilitas masyarakat.

Kendati demikian, lanjut dia, serangkaian langkah antisipasi telah disiapkan perseroan untuk memastikan pasokan BBM baik gasoline maupun gasoil mencakup Solar, Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex dan Kerosene tetap terjaga.

"Kami juga menyiagakan Satgas untuk memastikan penyaluran BBM serta elpiji ke masyarakat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan konsumsi. Khusus Satgas ini, mulai 18 desember hingga 7 Januari 2018 mendatang sudah disiagakan," katanya, Jumat (15/12/2017).

Pada periode Natal dan Tahun Baru 2018, penyaluran maupun konsumsi tertinggi pada 31 Desember mendatang, di mana gasoline sebanyak 8.746 KL dengan pertumbuhan 29% dari hari normal.

Kemudian untuk konsumsi tertinggi gasoil diprediksikan terjadi pada 24 Desember 2017 dengan volume sebesar 3.505 KL atau naik sebesar 44% dibandingkan konsumsi normal.

Sementara itu, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama masa Natal dan Tahun Baru 2018, perseroan akan menyiapkan penambahan stok LPG PSO (Public Service Obligation/subsidi) yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin sebesar 1.606 Metrik Ton (MT) atau 535.360 tabung. "Kemudian untuk LPG non-PSO sebesar 354 MT ekuivalen 29.482 tabung.”

Adapun rata-rata realisasi harian LPG PSO selama masa satgas diprediksi naik 11% dibandingkan dengan realisasi harian normal, serta naik 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sesuai dengan proyeksi, pada 24 Desember 2017 mendatang konsumsi diprediksi turun 64% atau sebesar 487 MT dibandingkan dengan harian normal, dan akan naik kembali 2% atau sebesar 1.414 MT pada 30 Desember 2017.

Konsumsi tertinggi diestimasi terjadi pada H+6 Tahun Baru 2016 yakni sebesar 1.500 MT atau naik 12%.

Di sisi lain, konsumsi LPG Non PSO diperkirakan naik 27% dibanding harian normal, meningkat 42% dibandingkan dengan 2016 karena penetrasi varian baru Bright Gas.

Pada H-1 Natal 2017, konsumsi diprediksi turun 19% atau sebesar 78 Metrik Ton dibandingkan harian normal, dan akan naik kembali pada H-2 Tahun Baru sebesar 17% atau 113 metrik ton. Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi pada pasca tahun baru yakni H+3 Tahun Baru 2018 sebesar 40% atau 135 metrik ton.

Tag : BBM
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top