Ekspor Jateng Tahun Ini Terus Menurun

Nilai ekspor Jawa Tengah pada November 2017 mencapai US$526,56 juta atau turun 0,56% dibandingkan dengan ekspor Oktober 2017 yang US$529,54 juta.
Alif Nazzala Rizqi | 15 Desember 2017 19:01 WIB
Kegiatan di pabrik salah satu produsen tekstil di Jawa Tengah. Tekstil masih menjadi salah satu produk ekspor unggulan bagi Jateng. - Antara/R. Rekotomo

Kabar24.com, SEMARANG - Nilai ekspor Jawa Tengah pada November 2017 mencapai US$526,56 juta atau turun 0,56% dibandingkan dengan ekspor Oktober 2017 yang US$529,54 juta.

Sedangkan bila dibandingkan dengan November 2016 (year on year) ekspor Jateng naik US$42,67 juta (8,82%). Ekspor kumulatif Januari-November 2017 mencapai US$5.473,12 juta naik 12,49% dari ekspor kumulatif Januari-November 2016 (US$4.865,56 juta).

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Jateng Sri Herawati mengatakan nilai ekspor masih lemah dibandingkan dengan impor karena masyarakat masih banyak tergantung ke beberapa komoditas dari luar negeri.

"Ekspor pada November terus turun akibat negara pangsa pasar utama ekspor adalah Amerika Serikat, Jepang, dan China. Ekspor ke AS pada November 2017 mencapai angka terbesar yaitu US$129,17 juta, ekspor ke Jepang US$64,30 juta, dan ekspor ke China mencapai US$60,21 juta. Peranan ketiga negara tersebut terhadap total ekspor Jateng periode Januari-November 2017 mencapai 46,98%," ujarnya pada Jumat (15/12/2017).

Sri Herawati menjelaskan ekspor Jateng ke kawasan Asean selama Januari-November 2017 mencapai US$562,57 juta atau berkontribusi sebesar 10,28% terhadap total ekspor Jawa Tengah.

Ekspor ke Uni Eropa tercatat sebesar US$729,25 juta atau berkontribusi 13,32% dan ekspor ke kawasan negara-negara utama lainnya, sebanyak sembilan negara, tercatat US$3286,40 juta.

Nilai ekspor Jateng ke sembilan negara tujuan utama memiliki kontribusi terbesar terhadap ekspor daerah itu pada Januari-November 2017 sebesar 60,05%.

Prodak dari tekstil masih mendominasi eskpor di Jateng rata-rata 41,99%, karena terdapat banyak pabrik tekstil terutama di sejumlah kota besar seperti Semarang, Solo, dan Pekalongan.

"Bahan tekstil jadi unggulan sebab industri ini sangat pesat di Jateng namun, jika dibandingkan dengan Oktober barang tekstil turun, sementara prodak olahan kayu menyumbang 16,30% dan hasil pabrik 10,85%. tuturnya.

Lebih lanjut dia berharap agar ekspor Jateng dapat meningkat, sebab jika eskpor, naik kesejahteraan masyarakat tentunya juga akan naik.

Tag : ekspor
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top