BNI Bali Nusra Uji Coba Kartu Tani di Denpasar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bali Nusa Tenggara (Nusra) melakukan uji coba penggunaan Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi bagi petani Denpasar,.
Feri Kristianto | 15 Desember 2017 14:10 WIB
Uji coba Kartu Tani di Denpasar, Bali. - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bali Nusa Tenggara (Nusra) melakukan uji coba penggunaan Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi bagi petani Subak Umadesa, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Bank BNI telah mempersiapkan infrastruktur untuk pendistribusian Kartu Tani di Bali & Nusra. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT Putu Bagus Kresna menjelaskan BNI menjadikan Kartu Tani sebagai sarana pemberian layanan perbankan yang lebih lengkap bagi para petani, termasuk salah satunya untuk mendapatkan pembiayaan KUR Tani.

BNI Kartu Tani merupakan kartu debit yang juga digunakan untuk penyaluran bansos & subsidi serta berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet/e-wallet (Combo) untuk belanja.

Manfaat Kartu Tani lainnya adalah sebagai database petani yang akurat, dimana digunakan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi pada agen pupuk.

“Dengan Kartu Tani, distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih terkontrol karena akan tercatat secara real time-on line dan dapat dipantau melalui sarana Dashboard yang telah disediakan,” ujarnya dikutip melalui siaran pers pada Jumat (15/12/2017).

Sebelumnya bulan lalu, bertempat di Subak Toya Hee, Kabupaten Klungkung, Bank BNI juga telah menggelar uji coba penggunaan Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi.

Kresna mengungkapkan bahwa potensi pembiayaan di sektor pangan masih sangatlah besar karena merupakan sektor riil yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

Penyaluran pembiayaan Bank BNI secara nasional khususnya di sektor pertanian dan perkebunan hingga akhir September 2017 telah mencapai lebih dari Rp37,2 triliun, termasuk kredit kecil Rp2,1 triliun.

Bank BNI dengan pertumbuhan yang agresif akan secara aktif menyalurkan kredit ke sektor pertanian baik secara perorangan maupun melalui pola klaster, baik itu klaster petani yang berada dalam satu kawasan maupun klaster karena kesamaan jenis komoditasnya.

“KUR Tani akan sangat membantu para petani diantaranya untuk menutupi biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk ataupun obat-obatan untuk meningkatkan produktivitas hasil tanam mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan Bank BNI juga mensinergikan Program Kartu Tani dan KUR Tani dengan Program Laku Pandai melalui keberadaan Agent46.

Dengan begitu, masyarakat di perdesaan dapat lebih mudah dalam mengakses kebutuhan transaksi perbankan dan kebutuhan lainnya seperti setor tunai, transfer, pembayaran listrik/token PLN, pulsa.

BNI akan bekerja sama dengan Rumah Pangan Kita (Bulog) serta Agen/Kios Penyalur Pupuk (PT Pupuk Indonesia/Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, dll) untuk melengkapi layannnya sebagai Agen46 BNI.

Berbagai program dan dukungan yang diberikan oleh BNI tersebut diharapkan dapat mewujudkan terbentuknya sentra-sentra pangan baru sehingga dapat menciptakan kestabilan harga pangan.

“Jika ketahanan pangan tercapai, harga akan menjadi stabil dan secara otomatis akan menurunkan inflasi,” lanjut Kresna.

Secara khusus Bank BNI sebagai agent of development mendukung penuh program-program Pemerintah yang memberikan perhatian sangat besar kepada sektor pertanian.

“Apabila Kartu Tani dapat tersalurkan, maka dengan sendirinya subsidi pupuk akan terdistribusi secara tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga,” jelasnya.

Tag : bni
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top