Airlangga Harus Pisahkan Kader Bermasalah Agar Tak Busukkan Partai

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan di tubuh Golkar Ketua Umum Airlangga Hartarto harus mengotakkan kader-kader bermasalah agar tidak menginfeksi partai secara keseluruhan.
John Andhi Oktaveri | 15 Desember 2017 17:30 WIB
Airlangga Hartarto - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan di tubuh Golkar Ketua Umum Airlangga Hartarto harus mengotakkan kader-kader bermasalah agar tidak menginfeksi partai secara keseluruhan.

Menurutnya, sebagai ketua umum Airlangga harus bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi partai. Jika dalam dua tahun tidak bisa membawa perubahan bagi Golkar, maka menteri perindustrian itu akan kehilangan kepercayaan.

Tidak hanya itu, Airlangga harus melakukan konsolidasi menyeluruh selain membuat target politk yang akan dicapai. Dengan demikian, kader-kader potensial bisa difungsikan untuk penguatan dan kader yang jadi beban perlu dirapikan supaya tidak menimbulkan infeksi," ujarnya.

Menurutnya, dalam kondisi saat ini Airlangga tidak punya waktu lama sekaligus sebagai pertaruhan. Apabila gagal dalam dua tahun ini beliau akan kehilangan kepercayaan yang akan datang. Tapi kalau berhasil dia akan dipercaya, ujar Wakil Ketua MPR tersebut.

Kendati demikian Mahyudin meyakini Airlangga mampu membawa Golkar ke arah lebih baik.

"Dia (Airlangga) sosok yang bersih, dengan terpilihnya dia jadi Ketum memberikan citra dan opini positif di tengah-tengah masyarakat. Dengan kemampuan beliau saya percaya Golkar mampu melakukan akselerasi. Tentu dengan satu syarat, konsolidasi diperkuat," tandasnya.

Sementara itu, Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan Airlangga akan mampu mendongkrak elektabilitas partai. Ace optimistis di bawah kepemimpinan Airlangga, Partai Golkar akan menjadi pemenang di Pemilu 2019 sekaligus itu mematahkan hasil survei yang menempatkan Golkar di posisi ketiga.

Anggota Komisi II DPR itu juga mengharapkan Airlangga sebagai perwujudan wajah baru dan bersih di tubuh Golkar. Dengan demikian, nasib partai akan berubah karena kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Sebelumnya Airlangga secara aklamasi ditunjuk menjadi Ketum Golkar lewat rapat pleno DPP yang digelar Rabu lalu (13/12/). Airlangga ditunjuk menggantikan Setya Novanto, yang berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP. Golkar akan menggelar munaslub untuk mengukuhkan Airlangga sebagai Ketum Golkar pada 19-20 Desember. Sehari sebelumnya, Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional pada 18 Desember 2017.

Tag : partai golkar
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top