Jelang Natal dan Tahun Baru 2018: Gubernur Sulut Sidak Ke Pasar dan Pangkalan LPG

Kondisi harga serta pasokan sejumlah barang kebutuhan pokok di Provinsi Sulawesi Utara dalam menghadapi Hari Besar Keagamanaan Nasional (HBKN) yakni Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 terkendali dengan baik dan mencukupi untuk konsumsi masyarakat.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 11 Desember 2017  |  05:25 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru 2018: Gubernur Sulut Sidak Ke Pasar dan Pangkalan LPG
Olly Dondokambei - Bisnis

Bisnis.com, MANADO - Kondisi harga serta pasokan sejumlah barang kebutuhan pokok di Provinsi Sulawesi Utara dalam menghadapi Hari Besar Keagamanaan Nasional (HBKN) yakni Natal 2017 dan  Tahun Baru 2018  terkendali dengan baik dan mencukupi untuk konsumsi masyarakat.

Hal itu dikatakan Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bersehati Manado, salah satu pasar terbesar di Kota manado, dan ke sejumlah pangkalan elpiji, Sabtu (9/12/2017).

Selain itu, sehari sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutriono Edi, juga melakukan sidak di Pasar Bersehati Manado, serta beberapa distributor kebutuhan bahan pokok lainnya, sekaligus menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Manado, Jumat (8/12).

"Jadi, saya kira ini yang perlu kita lihat ternyata harganya bagus, stabil. Disitu juga ada kios Bulog untuk operasi pasar, termasuk beras, minyak, gula, telur serta bahan pokok lainnya. Karena bahan pokok ini sangat berpengaruh bagi orang Sulawesi Utara," kata Gubernur Olly, usai pemantauan.

Menurutnya secara umum harga masih stabil, meskipun ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga sebesar seribu rupiah. Namun, hal itu dinilai masih wajar. "Walaupun ada yang naik seribu, tapi keesokan harinya turun kembali. Dan kalaupun harganya naik kembali, tidak akan meningkat drastis," ujarnya.

Kemudian, tak berselang lama, Gubernur Olly melanjutkan sidak menuju pangkalan gas LPG di Mahakeret. Marketing Branch Manager PT Pertamina (Persero) Suluttenggo, Gunawan Wibisono yang juga turut dalam pantauan tersebut mengatakan bahwa Pertamina menjamin ketersediaan stock elpiji 3 kg Desember ini.

Menurutnya Pertamina menjamin ketersediaan itu guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulut, khususnya ditujukan bagi masyarakat yang tidak mampu yang memang berhak untuk mengkonsumsi elpiji bersubsidi tersebut.

“Kerjasama bersama pihak-pihak seperti pemda setempat, Hiswana Migas serta elemen masyarakat senantiasa kami optimalkan. Tentunya hal ini akan membantu menjaga ketersediaan elpiji 3 kg sehingga masyarakat dapat mengkonsumsinya dengan perasaan tenang," kata Wibisono.

Pihaknya mengklaim telah mengamankan stock dan ketersediaan elpiji 3 kg tersebut dengan menempuh beberapa langkah, seperti menambah pasokan di sejumlah titik, melakukan pengecekan langsung ke lapangan, serta menggelar operasi pasar murah di beberapa daerah.

Hasilnya, kata dia, harga eceran tertinggi (HET) masih terkendali dengan rata-rata di pangkalan sebesar Rp18.000.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutriono Edi, juga mengatakan bahwa kondisi harga serta pasokan sejumlah barang kebutuhan pokok di Sulut terkendali dengan baik dan mencukupi.

Pasalnya, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Bersehati Manado, harga bapok relatif stabil dibandingkan pada pekan lalu. Harga-harga yang terpantau stabil adalah beras Rp11.000/kg, gula Rp13.000/kg, minyak goreng Rp12.000/liter, tepung terigu Rp9.000/kg, kedelai impor Rp11.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp29.000/kg, dan telur ayam Rp25.600/kg.

“Hasil pantauan kami menunjukkan harga-harga bapok di Provinsi Sulawesi Utara terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” kata Sutriono Edi.

Menurutnya sidak dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan pokok jelang Natal. Pihaknya menilai dengan melakukan sidak maka akan terpantau apakah stok di tangan pedagang dan distributor cukup banyak atau tidak.

Pasar Bersehati dipilih sebagai lokasi inspeksi dikarenakan pasar tersebut merupakan satu di antara pasar terbesar di Provinsi Sulut. Berbagai komoditas di jual di pasar tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang datang, baik dari kabupaten maupun kota di Pulau Sulawesi.

"Di Pasar Bersehati stok-nya cukup banyak dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Natal di Sulut, baik beras, cabai rawit, tomat, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih masih dalam kondisi harga normal," ujarnya.

Jadi, lanjut dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok kebutuhan pokok di Sulut cukup banyak, dan mampu memenuhi permintaan konsumen, meskipun berdasarkan pengalaman empirisnya, harga bapok pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya tidak akan naik signifikan.

Hal itu karena permintaan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok tidak terjadi secara serentak atau hanya terjadi di daerah-daerah yang mayoritas merayakan Natal saja.

Meskipun demikian, pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan sehingga jika terjadi lonjakan akan langsung diantisipasi. "Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok ini,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Natal dan Tahun Baru

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup