Korea Utara Akhirnya Mau Buat Kesepakatan Dengan PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyampaikan secara langsung kepada Korea Utara segala keluh kesah warga dunia selama ini. Kepala urusan politik PBB ini bertemu dengan pejabat senior Korea Utara dalam sebuah kunjungan langka ke Pyongyang pada pekan lalu.
Newswire | 11 Desember 2017 10:06 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memeriksa detasemen pertahanan di Soda Jangjae dan Hero Defence Detachment di Mu Islet yang terletak di bagian paling selatan perairan di bagian depan barat daya, Jumat (5/5/2017) - KCNA/Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyampaikan secara langsung kepada Korea Utara segala keluh kesah warga dunia selama ini. Kepala urusan politik PBB ini bertemu dengan pejabat senior Korea Utara dalam sebuah kunjungan langka ke Pyongyang pada pekan lalu.

Pernyataan PBB pada Sabtu, 9 Desember 2017 mengungkapkan Jeffrey Feltman, pejabat tingkat tinggi PBB, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, dan Wakil Menteri Pak Myong Guk. Menurut PBB, Feltman mengatakan kepada keduanya ada kebutuhan mendesak untuk mencegah salah perhitungan dan perlu adanya keterbukaan untuk mengurangi risiko konflik.

Feltman, yang kembali mengunjungi Korea Utara sejak kunjungan 2012, juga menekankan perlunya implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB. Masyarakat internasional berkomitmen untuk mencapai solusi damai.

"Dia juga mengatakan hanya ada solusi diplomatik terhadap situasi ini, yang dicapai melalui proses dialog yang tulus. Waktu adalah hakikatnya," demikian pernyataan PBB, seperti yang dilansir Reuters pada Ahad, 10 Desember 2017.

Korea Utara akhir-akhir ini sedang mengembangkan program senjata nuklir dan rudal yang bertentangan dengan sanksi PBB dan kecaman masyarakat internasional. Pada 29 November, negara komunis ini menguji coba rudal balistik antar benua yang menurutnya paling canggih, yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.

Selain PBB, Korea Utara juga telah mengeluarkan pernyataan terkait kunjungan Feltman itu.

Melalui pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi, KCNA, pemerintah Korea Utara menyatakan bersedia mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di semenanjung Korea dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dalam mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," kata KCNA.

KCNA mengatakan pejabat Korea Utara dan Feltman bersepakat kunjungannya membantu memperdalam pemahaman dan bahwa mereka sepakat untuk berkomunikasi secara teratur.

Situasi di semenanjung Korea sempat meningkat setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan militer skala besar pada pekan lalu. Korea Utara menuding latihan ini membuat pecahnya perang tidak terelakkan. Latihan itu dibuat semingu setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik terbaru.

Korea Utara secara teratur mengancam untuk menghancurkan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Negara ini mengatakan program persenjataannya diperlukan untuk melawan agresi Washington yang menempatkan 28.500 tentara di Seoul Selatan, sebuah warisan dari Perang Korea 1950-53.

Sumber : Tempo.co

Tag : korea utara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top