Dua Perusahaan di Bitung Tertarik IPO

Dua perusahaan asal Kota Bitung Sulawesi Utara yang bergerak di bidang pengolahan tepung kelapa dan perikanan menyatakan ketertarikannya untuk dapat melakukan Inisial Public Offering (IPO) guna mendapatkan suntikan dana untuk pengembangan usahanya.
Puput Ady Sukarno | 06 Desember 2017 11:44 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, MANADO -- Dua perusahaan asal Kota Bitung, Sulawesi Utara - yang bergerak di bidang pengolahan tepung kelapa dan perikanan - menyatakan ketertarikannya untuk dapat melakukan Inisial Public Offering (IPO) guna mendapatkan suntikan dana untuk pengembangan usahanya.

Trainer Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Manado, Mario L. Iroth menyatakan informasi tersebut diperolehnya saat menggelar sosialisasi terkait IPO, kepada puluhan perusahaan asal Kota Bitung yang memang berpotensi untuk dapat melantai di bursa saham.

Baca juga: Sembalun Dipoles

"Ada dua perusahaan yang menyatakan keinginannya untuk IPO, yakni satu perusahaan perikanan dan satu lagi pabrik pengolahan tepung kelapa," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (5/12).

Mario menerangkan perusahaan pengolahan tepung kelapa berminat ingin menggelar IPO tersebut lantaran ingin mendapatkan suntikan dana untuk modal kerja mereka, sedangkan yang perusahaan perikanan membutuhkan suntikan dana segar untuk ekspansi memperbesar usahanya guna menyerap kontrak yang lebih besar lagi.

"Sebenarnya kami melihat potensinya bisa lebih dari dua perusahaan, karena waktu kami sosialisasi terkait IPO, yang datang mencapai 25 perusahaan dengan aset minimal Rp5 miliar," ujarnya.

Namun, lanjut dia, karena beberapa perusahaan yang potensial untuk dapat melantai di bursa itu hanya mengirimkan utusan, alias bukan owner atau pemilik langsungnya, sehingga harus konsultasi dengan pemilik terlebih dahulu.

Menurutnya saat ini berdasarkan data yang dimiliki BEI Manado, jumlah perusahaan di Kota Bitung yang memenuhi syarat IPO dari sisi jumlah aset diatas Rp5 miliar, mencapai sekitar 90-an perusahaan, baik bergerak di bidang perikanan, perdagangan, pariwisata, tepung kelapa, dan lainnya. "Tapi kalau yang sudah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik baru sekitar dua puluhan saja," ujarnya.

Mario mengakui bahwa untuk dapat melantai di bursa saham, sebuah perusahaan memang tidak sesederhana yang diperkirakan. Selain kurangnya pengetahuan, kata dia, banyak pemilik usaha masih ragu untuk melantai di bursa saham lantaran kekhawatiran akan kehilangan kendali perusahaannya.

Padahal, kata dia, hal itu bisa dibicarakan dengan perusahaan penjamin emisinya, yakni terkait seberapa besar persentase saham yang bakal dilepas.

Kepala BEI Manado, Fonny The menambahkan saat ini salah satu perusahaan yang juga sedang menseriusi rencana IPO adalah Bank Sulutgo. "Informasi yang kami dengar Bank Sulutgo memang menseriusi rencana IPO. Bahkan kalau tidak salah dengar, sudah masuk dalam rencana kerja mereka," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sulutgo Jeffry A.M. Dendeng mengatakan hal senada bahwa saat ini BSG - sebutan akrab Bank Sulutgo - menseriusi rencana IPO tersebut.

"Memang IPO sudah masuk dalam rencana kerja perusahaan. Kami beberapa waktu lalu juga sudah mengundang pihak terkait untuk membahas hal tersebut, termasuk BEI Manado untuk mendapatkan informasi yang mendetail terkait IPO," ujarnya.

Menurut Jeffry dengan melantai di bursa saham maka pihaknya akan dengan mudah mendapatkan suntikan dana untuk percepatan pengembangan Bank Sulutgo saat ini. Selain itu, kata dia, dengan IPO maka peningkatan kualitas dalam tata kelola, seperti transparansi juga akan semakin meningkat dan bagus pengelolaannya.

Tag : ipo
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top