Bayar Rp13,5 Triliun, Pangeran Miteb Dibebaskan

Pangeran Miteb bin Abdullah dibebaskan dari penjara tiga pekan setelah ditahan aparat Arab Saudi atas dugaan tindak korupsi setelah membayar uang 'kesepakatan' sebesar lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp13,5 triliun..
John Andhi Oktaveri | 30 November 2017 10:48 WIB
Pangeran Miteb bin Abdullah - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA--Pangeran Miteb bin Abdullah dibebaskan dari penjara tiga pekan setelah ditahan aparat Arab Saudi atas dugaan tindak korupsi setelah membayar uang 'kesepakatan' sebesar lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp13,5 triliun..

Sebuah sumber yang dekat dengan pemerintah Arab Saudi mengatakan pria berusia 64 tahun itui bebas pada Selasa lalu waktu setempat, menurut satu sumber yang tak mau disebutan sebagaimana dikutip BBC.com, Kamis (30/11).

Selain Pangeran Miteb, ada tiga sosok lain yang dibebaskan setelah membayar uang kepada pemerintah Arab Saudi. Tidak disebutkan siapa saja mereka dan berapa yang mereka bayar agar bisa bebas.

Mereka merupakan bagian dari 200 pangeran, menteri, bekas menteri, dan pebisnis yang ditahan pada awal November ini atas tuduhan melakukan korupsi, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan. Mereka ditahan di Hotel Ritz-Carlton di Riyadh yang kini difungsikan sebagai 'penjara'.
Pangeran Miteb adalah sepupu Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman. 

Sebelum ditahan, putra mendiang Raja Abdullah itu mengepalai Garda Nasional Arab Saudi dan dipandang sebagai anggota keluarga kerajaan paling berpengaruh di ranah politik yang ditahan.

Lalu, seperti apa suasana Hotel Ritz-Carlton di Riyadh?
Saat wartawan BBC Lyse Doucet mengunjungi hotel ini, sekilas tak ada perbedaan yang mencolok dengan hotel-hotel mewah lain di Riyadh.

Yang berbeda adalah, mereka tak banyak berbicara. Juga tidak menggunakan telepon genggam.

Doucet mengatakan mereka memang tak dibolehkan mengakses telepon genggam. Jika mereka ingin mengontak anggota keluarga, pejabat, perusahaan atau pengacara, telah disediakan sambungan telepon khusus.

Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, beralasan penahanan sesama pangeran, pejabat tinggi dan pengusaha dilakukan untuk 'membersihkan Saudi dari korupsi'. Langkah tersebut juga dikatakan sebagai upaya untuk menghilangkan 'konsentrasi-konsentrasi kekuasaan'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top