GUNUNG AGUNG ERUPSI: Ini Situasi Sampai Pukul 10.00 WITA

Hari ini, Kamis (30/11/2017) hingga pukul 10 pagi waktu setempat, Gunung Agung memperlihatkan erupsi dengan kolom abu vulkanik dan pergerakan lahar hujan. Aktivitas vulkanik Gunung Agung diprediksi masih tinggi dan masih berpotensi untuk terjadinya erupsi magmatik.
Saeno | 30 November 2017 11:25 WIB
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan magma telah berada di kedalaman sekitar 200 meter dari puncak gunung sehingga leleran lava pijar kemungkinan akan terjadi. ANTARA FOTO - Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini, Kamis (30/11/2017) hingga pukul 10 pagi waktu setempat, Gunung Agung memperlihatkan erupsi dengan kolom abu vulkanik dan pergerakan lahar hujan.

Berdasarkan informas Kementerian ESDM, seperti diterima Bisnis.com dari Menteri ESDM Ignasius Jonan,  situasi Gunung Agung sampai pukul 10.00 WITA adalah sebagai berikut:

(1) Visual

Dari kemarin hingga hari ini teramati erupsi dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 2000 m di atas permukaan laut (dpl) mengarah ke Selatan-Tenggara. Emisi abu secara menerus terjadi hingga pagi ini. Pagi ini ketinggian abu teramati lebih rendah dari 6000 m dpl sehingga VONA diset pada Color Code ORANGE. Lahar hujan dari kemarin hingga pagi ini teramati di antaranya di Tukad Bara di sebelah utara Gunung Agung maupun di Tukad Yehsah dan Tukad Sabuh di sebelah selatan Gunung Agung.

(2) Seismik
Kegempaan signifikan hari ini ditunjukkan dengan terekamnya tremor erupsi dengan amplitudo hingga overscale (di atas batas kemampuan alat untuk merekam amplitudo seismik). Tremor ini terekam dalam periode pukul 07:29 hingga 09:10 WITA, tremor overscale terjadi selama 24 menit. Kegempaan lain yang cukup penting adalah terjadinya Gempa Vulkanik Dalam dengan magnitudo 2,1 SR. Gempa ini berkaitan dengan aktivitas migrasi magma Gunung Agung dari kedalaman ke permukaan sehingga meningkatkan potensi untuk terjadinya erupsi lagi. Kemarin terekam 32 kali Gempa Vulkanik, 1 kali Gempa Tektonik Lokal Terasa dengan MMI I-II di Pos PGA Rendang, dan 1 kali Tektonik Jauh. Hari ini dari pukul 00:00 hingga 09:00 WITA telah terekam 13 kali Gempa Vulkanik, 1 kali Gempa Tektonik Lokal Terasa dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh dan tremor erupsi menerus seperti disebutkan sebelumnya.

(3) Deformasi
Teramati indikasi kembang kempis tubuh gunung. Trend yang teramati, tubuh gunung berkembang sebelum erupsi dan mengempis setelah erupsi dan kejadian ini teramati secara berulang.

(4) Geokimia
Gas magmatik SO2 yang terukur pada 28 November 2017 pukul 9:00-10:00 WITA memiliki fluks sekitar 2500 ton/hari. Hal ini mengindikasikan aktivitas magmatik yang masih tinggi.

(5) Penginderaan Jauh Satelit
Anomali termal pada 28 November 2017 pukul 22:20 WITA dengan Volcanic Radiative Power (VRP) teramati sebesar 97 MW atau lebih besar hampir 2 kali lebih besar dari pemantauan pada 27 November 2017 pukul 13:50 WITA yaitu sebesar 51 MW. Hasil pemantauan satelit NASA menunjukkan bahwa kawah semakin terpenuhi oleh lava dan terdapat gundukan (kubah) lava di tengah kawah. Hal ini mengindikasikan adanya potensi untuk terjadinya lontaran berupa batu/lava pijar/balistik maupun abu vulkanik jika terjadi erupsi. Volume lava saat ini telah mengisi sekitar 1/3 volume kawah dan hingga saat ini volume lava terus bertambah dengan laju pertumbuhan sekitar 36 m3/detik. Jika lava pada akhirnya memenuhi volume kawah maka berpotensi untuk terjadinya guguran/aliran lava maupun awan panas.

Berdasarkan analisis data secara keseluruhan, disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi dan masih berpotensi untuk terjadinya erupsi magmatik.

Tag : gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top