AS Akui Rudal Korut Lebih Unggul Dari Sebelumnya

Para analis mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) tengah mengembangkan rudal yang bisa menghantam sasaran di tempat-tempat yang jauh, termasuk daratan Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri | 29 November 2017 17:18 WIB
Lokasi uji coba nuklir Korut di Pegunungan Pungye-ri. - Google/38 north

Bisnis.com, JAKARTA - Para analis mengatakan Korea Utara (Korut) tengah mengembangkan rudal yang bisa menghantam sasaran di tempat-tempat yang jauh, termasuk daratan Amerika Serikat.

Pernyataan para ahli tersebut sejalan dengan apa yang diklaim oleh para pejabat Korut. Mereka mengklaim rudal jarak jauh mereka yang diujicobakan pada bulan Juli bisa 'mencapai sasaran mana pun di seluruh dunia. Akan tetapi militer AS menggambarkan rudal tersebut termasuk jenis rudal jarak menengah.

Uji nuklir terbaru yang dilakukan Pyongyang dilaporkan mencakup bom hidrogen mini yang bisa dipasangkan ke rudal jarak jauh, langkah yang makin memperburuk ketegangan dengan Washington.
Hari ini Korea Utara kembali melakukan uji penembakan rudal balistik jenis baru pada dinihari waktu setempat. Peluncuran itu merupakan yang pertama dalam kurun lebih dari dua bulan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis, mengaku  menjelaskan kepada Presiden Donald Trump perihal peluncuran roket Korut. Presiden Trump tengah melakukan kunjungan ke Kongres, tetapi sekarang sudah kembali ke Gedung Putih.

"(Rudal tesebut) melesat lebih tinggi dari peluncuran-peluncuran yang telah mereka lakukan sebelumnya," kata Mattis.

Korut, tambahnya, sedang membuat "rudal-rudal balistik yang mengancam semua pihak di dunia".

Kantor berita Yonhap menyebut rudal diluncurkan dari situs peluncuran Pyongsong, Provinsi Pyongan Selatan, Korut.

Sebagai balasan, Korea Selatan menggelar apa yang mereka gambarkan sebagai latihan serangan rudal terukur. Pemerintah Jepang memperkirakan rudal Korea Utara ini terbang selama 50 menit dan jatuh di Laut Jepang.

Pernyataan ini diperkuat oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang menyebutkan rudal menjelajah jarak sejauh 1.000 kilometer ke arah Jepang sebagaimana dikutip BBC.com, Rabu (29/11).
Menurut para pejabat Amerika Serikat, tes penembakan rudal dilakukan pada pukul 3:30 waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top