Bitcoin Tembus US$10.000

Bitcoin akhirnya menembus US$10.000. Mata uang virtual yang semakin populer ini mencapai level yang telah dinanti-nantikan pada Selasa (28/11) sekitar pukul 1.26 siang waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menurut data Markets Insider.
Renat Sofie Andriani | 29 November 2017 07:47 WIB
Mata uang virtual Bitcoin - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Bitcoin akhirnya menembus US$10.000. Mata uang virtual yang semakin populer ini mencapai level yang telah dinanti-nantikan pada Selasa (28/11) sekitar pukul 1.26 siang waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menurut data Markets Insider.

Harga bitcoin diperdagangkan naik 2,85% di US$10.011 per koin. Sepanjang tahun ini, pergerakannya telah meroket lebih dari 875%.

Cryptocurrency dengan nilai pasar terbesar tersebut memang merayap mendekati kisaran US$10.000 sepanjang perdagangan Selasa. Didongkrak masa libur Thanksgiving dan Black Friday di AS, harga bitcoin telah naik lebih dari US$2.000 sejak level rendahnya pada hari Kamis (23/11) di US$7.979 per koin.

Setelah pada akhir pekan kemarin menembus US$9.000 dalam kurang dari sepekan pasca mencapai US$8.000, performa bitcoin tidak menunjukkan tanda-tanda melambat bahkan terlihat dengan cepat mendekati level lima digit.

Padahal keberadaannya juga diiringi dengan skeptisisme dan pertentangan sejumlah pihak terkait masa depannya. Eksekutif Wall Streeter, termasuk CEO JPMorgan Jamie Dimon, menganggap bitcoin hanya bermanfaat bagi penjahat.

Pada bulan September, Robert Shiller, salah satu ekonom paling terkenal di dunia, mengatakan bahwa bitcoin adalah 'contoh terbaik dari sebuah gelembung'.

Namun di sisi lain, sejumlah perusahaan di Wall Street justru memiliki rencana besar untuknya. CME dan Cboe, dua raksasa bursa penukaran untuk futures dan derivatives, berencana membuat futures bitcoin.

Perusahaan perdagangan lainnya termasuk Virtu, DRW, dan B2C2 berencana menyediakan likuiditas bagi pasar semacam itu.

Terkait masa depan bitcoin, banyak juga yang berpendapat bahwa 2018 akan menjadi tahun bagi perusahaan-perusahaan jasa finansial tradisional untuk masuk ke dalam pasar, yang sebelumnya didominasi oleh perusahaan dan pedagang kecil.

“2018 adalah tahun ketika segala sesuatu mulai bergerak berkaitan dengan institusi yang masuk ke dalam pasar dan mendominasinya,” ujar Bartek Ringwelski, COO bitflyer, sebuah bursa penukaran bitcoin berbasis di Jepang, seperti dikutip dari laman Business Insider, Rabu (29/11/2017).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin, cryptocurrency

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top