Suap APBD 2018: KPK Lakukan OTT di Jambi, Amankan 10 Orang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta terkait dengan dugaan suap APBD tahun anggaran 2018.
Stefanus Arief Setiaji | 28 November 2017 23:12 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik, yakni anggota DPR fraksi Golkar Markus Nari, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta terkait dengan dugaan suap APBD tahun anggaran 2018.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lembaga antirasuah itu mengamankan uang suap sekitar Rp1 miliar terkait dengan OO di Jambi.

"Sejauh ini yang kami dapatkan informasinya diamankan sekitar lebih dari Rp1 miliar. Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait pembahasan dan proses APBD Tahun 2018 di Jambi," ujarnya, Selasa (28/11/2017) dikutip dari Antara.

Dalam OTT tersebut, katanya, KPK mengamankan 10 orang dengan rincian 3 orang diringksu di Jakarta dan 7 orang di Jambi.

Febri menjelaskan unsur dari 10 orang itu antara lain penyelenggara negara di daerah dalam hal ini anggota DPRD setempat, pejabat dan pegawai di Pemprov serta pihak swasta.

Menurut Febri, tim KPK terlebih dahulu harus melakukan proses pemeriksaan awal dan dalam waktu sekitar 24 jam akan ditentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

"Untuk mereka yang diamankan di Jakarta sudah dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut sampai dengan besok. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim dari Polda Jambi yang membantu operasi ini," ungkap Febri.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston membenarkan adanya penangkapan anggota DPRD Provinsi Jambi berdasarkan informasi dari Kapolda.

"Saya dapat informasi dari Kapolda ada OTT anggota dewan, cuma siapa orangnya saya belum mendapat informasi," kata Cornelis.

Sumber : ANTARA

Tag : kpk
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top