Setnov Menang atau Kalah Praperadilan. Wapres JK Nilai Munaslub Tetap Digelar

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar harus tetap digelar apapun hasil praperadilan kasus Setya Novanto.
Irene Agustine | 28 November 2017 19:07 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar harus tetap digelar apapun hasil praperadilan kasus Setya Novanto.

Menurut Wapres JK, sekalipun hasil praperadilan akan kembali memenangkan Setnov, Munaslub seharusnya tetap dilakukan untuk mencari pemimpin baru Golkar dan memperbaiki citra partai Pohon Beringin yang sudah terlanjur buruk.

"Karena namanya (Setya Novanto) sudah jelek. Kan praperadilan tidak mengadili substansi, mengadili proses saja. Ya prosesnya bisa saja, katakanlah dia menang, orang tetap berpikir bahwa ada masalah," kata Wapres, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (28/11/2017).

Wapres melanjutkan, "Kemungkinannya kan sulit. Boleh bilang ini pasti ada Munaslub. Persetujuan itu saya kira Desember sudah harus ada pergantian"

Sebelumnya, berdasarkan rapat Pleno Golkar 21 November lalu, Munaslub akan digelar menunggu praperadilan Setnov dalam kasus korupsi E-KTP yang akan digelar Kamis (30/11/2017). Namun, sejumlah pihak juga bersikeras menginginkan agar Munaslub dilakukan sebelum praperadilan.

Menurut Wapres, tidak masalah apabila Munaslub akan dilakukan sebelum maupun setelah praperadilan."Ya beda beda berapa hari aja lah, itu saya kira sebelum atau setelah, tidak masalah," ujarnya.

Dia mengatakan pergantian pimpinan akan memulihkan citra partai Golkar yang saat ini dipandang negatif akibat Ketua Umumnya tersandung kasus korupsi.

"Image Golkar tercermin dari surveinya yang menurun, caranya ialah pimpinannya harus bersih. Itu aja sebaiknya,yang ini ada masalah harus dipimpin oleh yang bersih dan kemudian tentu punya program yang jelas," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
setya novanto

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top