GUNUNG AGUNG ERUPSI: Magma di Permukaan Makin Meningkat

Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan fenomena asap kelabu kehitaman dan putih yang keluar dari gunung Agung saat erupsi.
Mia Chitra Dinisari | 28 November 2017 06:40 WIB
Abu vulkanik Gunung Agung terpantau mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam - Bisnis / Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan fenomena asap kelabu kehitaman dan putih yang keluar dari gunung Agung saat erupsi.

Menurutnya, perbedaan warna asap itu karena keluar dari dua lubang kawah yang berbeda.

Dia juga menjelaskan secara rinci kondisi gunung Agung saat ini melalui akun twitternya. Sutopo masih menghimbau warga untuk menjauhi dari zona berbahaya yang telah ditetapkan pemerintah.

Asap warna putih dan kelabu kehitaman terus keluar dari kawah Gunung Agung. Ada 2 kolom abu yang berbeda menunjukkan ada 2 lubang kawah. Asap putih berasal daei tembusan solfatara yang dominan uap air. Asap hitam dari lubang dominan magma dari bawah. #bali #Agung 

Gunung Agung masih terus meletus. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 2500-3000 m di atas puncak kawah. Terlihat sinar api pada malam hari, asap condong ke barat daya. Gempa tremor menerus. #bali #Balivolcano #Agung 

Magma Gunung Agung makin meningkat di permukaan. Letusan masih menerus hingga abu vulkanik setinggi 3 km. Terpantau cahaya api dari lava di puncak kawah. Tremor menerus. Status Awas. Radius berbahaya 8-10 km di puncak harus kosong dari aktivitas masyarakat. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top