Gunung Agung Erupsi : Bali Fokus Tangani Wisatawan & Pengungsi

Seluruh komponen di Bali melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan terhadap bencana erupsi Gunung Agung baik kepada warga, pengungsi, dan wisatawan manca negara.
Feri Kristianto, Ema Sukarelawanto, Ni Putu Eka Wiratmini | 27 November 2017 22:22 WIB
Warga negara asing berada di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11). - ANTARA/Fikri Yusuf

Kabar24.com, DENPASAR—Seluruh komponen di Bali melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan terhadap bencana erupsi Gunung Agung baik kepada warga, pengungsi, dan wisatawan manca negara.

Menyusul penutupan Bandara Ngurah Rai, Senin (27/11/2017), Gubernur bali Made Mangku Pastika meminta kalangan pelaku usaha pariwisata segera memberikan layanan bagis wisatawan yang tertunda keberangkatan dengan diskon menginap.

Selain itu segera dilakukan pemulangan wisatawan melalui jalur darat dan laut sesuai mitigasi yang telah disiapkan sejak Gunung Agung berstatus awas pertama kali.

Pastika memastikan, wisatawan yang terhambat pergi ke luar Bali akan mendapatkan fasilitas berupa perpanjangan tiket pesawat hingga visa serta akomodasi selama di Bali.

Kata dia saat yang tepat bagi pelaku pariwisata di Bali untuk berkorban setelah selama ini mendapatkan keuntungan dari wisatawan.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan kebijakan pemberian diskon baru akan diberlakukan ketika Gubernur Bali mengeluarkan keputusan force majeure.

Tetapi, karena banyak wisatawan yang tidak mendapatkan fasilitas pelayanan dari penerbangan lantaran ditutupnya Bandara Ngurah Rai maka kebijakan ini akhirnya diberlakukan.

Selain gratis menginap satu malam, pihaknya juga akan mengelurkan diskon menginap sebesar 20-30% bagi wisatawan tergantung dari available rate yang dimiliki hotel.

"Kita sudah email anggota PHRI untuk memberikan diskon sesuai SOP yang kita siapkan dulu,” tuturnya.

Untuk pemberian diskon, dia masih akan menunggu perkembangan aktivitas Gunung Agung. Hingga saat ini, PHRI masih memfokuskan pada wisatawan yang kemungkinan tidak mendapat pelayanan.

Walaupun kebijakan ini sebenarnya berlaku bagi seluruh wisatawan yang ada di Bali. Namun, dia berharap, wisatawan yang sudah mendapatakan pelayanan dari travel agen maupun penerbangan tidak ikut menggunakan fasilitas ini.

"Pelaku pariwisata di Bali juga menyoroti turis turis low budget jangan sampai terlentar, besok kita akan lihat di lapangan, semua masih dinamis sekali kita masih evaluasi, kita hanya fokuskan pada yang tidak mendapat pelayanan," sebutnya.

Dia memprediksi kemungkinan ada sebanyak 12.000 wisatawan yang terjebak di Bali lantaran Bandara Ngurah Rai ditutup.
Ia menyebut setidaknya dengan pemberian diskon pelaku usaha bakal rugi Rp1,5 juta per wisatawan.

Akibat penutupan sementara Bandara Ngurah Rai sebanyak 445 penerbangan yang terdampak, baik penerbangan menuju maupun dari Bali.

Penerbangan yang berangkat dari Bali dibatalkan atau ditunda, sedangkan penerbangan menuju Bali yang sudah berangkat sebelum 07.15 WITA akan dialihkan pendaratannya ke beberapa bandara sekitar Bali.

Corsec PT Angkasa Pura 1 Israwadi memperkirakan penerbangan yang akan mengalami pembatalan, yaitu 196 rute internasional dan 249 rute domestik.

“Untuk mengantisipasi penerbangan yang akan datang ke Bali, kami sudah menyiagakan 5 alternatif airport yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanussin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta,” katanya.

Adapun langkah-langkah persiapan, khususnya yang berkaitan dengan layanan kepada para penumpang, yaitu menyiagakan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai, pusat pusat informasi layanan refund & reschedule tiket.

Selain itu, counter khusus konsulat jenderal untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisonal bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.

Untuk keperluan penumpang yang akan mengalihkan ke moda transportasi darat, Pemporv Bali bekerja sama dengan Perum Damri dan Organda menyiapkan 100 bus untuk mengangkut wisatawan ke terminal atau pelabuhan yang dituju.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana mengatakan 40 bus Damri dan 60 bus dari Organda siap mengangkut penumpang dari Bandara Ngurah Rai ke Terminal Mengwi, Kabupaten Badung dan Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem. "Hari ini baru 16 bus yang disiagakan, tapi jika sewaktu-waktu diperlukan bisa kami datangkan ke bandara," ujarnya.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memastikan warag dari 22 desa yang masuk kawasan rawan bencana III sesuai dengan status Awas Gunung Agung telah seluruhnya mengungsi.

Dia menyebut sekitar sekitar 48.000 warga dari kawasan tersebut mengungsi ke sejumlah tempat. Total pengungsi diperkirakan lebih dari 100 ribu jiwa yang tersebar di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Bali sejak Oktober lalu.

Sumatri mengatakan segala kebutuhan di pengungsian telah disiapkan berupa logistik yang cukup, pelayanan kesehatan, dan mengupayakan tempat pengungsian. Ia telah meminta izin kepada wali kota dan bupati se-Bali untuk kembali menyediakan tempat pengungsian di gedung olah raga, balai banjar, maupun tempat-tempat lainnya yang layak.

“Kami juga membagikan kepada warga perlatan berupa masker, senter, jas dan kacamata dalam suatu ‘ransel kit’ untuk melindungi diri,” katanya.

Tag : gunung agung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top