Pencalonan Kepala Daerah Masih Dikuasai Elite

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor mengatakan bahwa sejauh ini proses pencalonan kepala daerah masih terpusat di tingkat elite partai politik.
John Andhi Oktaveri | 27 November 2017 20:15 WIB
Pilkada DKI Jakarta Putaran kedua - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor mengatakan sejauh ini proses pencalonan kepala daerah masih terpusat di tingkat elite partai politik.

Menurutnya, dengan kondisi demikian proses kaderisasi di internal parpol jadi terkendala. Di sisi lain, parpol juga dinilai masih cenderung bersikap pragmatis dalam menentukan calon yang akan diusungnya, ujarnya.

“Hal ini membuat Parpol kerapkali lebih mempertimbangkan aspek popularitas dan elektabilitas bakal calon dibandingkan dengan faktor kapasitas selain kerap mengabaikan proses kaderisasi di internal Parpol,” ujarnya, Senin (27/11).

Menurutnya, meski demokrasi memberikan peluang besar adanya kompetisi dan partisipasi setiap individu untuk berpolitik, tetapi pilkada seringkali dimaknai sebagai arena memperebutkan kekuasaan semata dengan mengandalkan popularitas.

“Pilkada langsung seharusnya mampu merefleksikan kedua inti dari demokrasi, yakni kompetisi dan partisipasi. Pilkada seharusnya mengontestasikan kualitas atau kompetensi calon, dan bukan hanya faktor popularitas dan memiliki modal besar saja,” ujarnya.

Peningkatan kualitas pilkada sangat diperlukan agar konsolidasi demokrasi di daerah bisa berlangsung dengan baik dan berdampak positif terhadap pencapaian pemerintah daerah.

Tag : pilkada
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top