Bappenas & AFD Bahas Langkah Mitigasi Perubahan Iklim

Konferensi bertujuan untuk memberikan informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku bisnis, dan organisasi masyarakat lainnya mengenai aksi mitigasi perubahan iklim, serta mengidentifikasi peluang yang ada, memprioritaskan langkah dan mengembangkan strategi untuk memenuhi target mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Hadijah Alaydrus | 27 November 2017 13:19 WIB
Ilustrasi Climate Change - www.iop.harvard.edu

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas dan Agence Française de Développement (AFD) menyelenggarakan konferensi yang fokus pada mitigasi perubahan iklim di Indonesia, Senin (27/11).

Konferensi bertujuan untuk memberikan informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku bisnis, dan organisasi masyarakat lainnya mengenai aksi mitigasi perubahan iklim, serta mengidentifikasi peluang yang ada, memprioritaskan langkah dan mengembangkan strategi untuk memenuhi target mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Pada saat yang sama, konferensi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peran, dukungan dan inovasi dari berbagai institusi pembangunan yang dapat mendukung upaya penanganan perubahan iklim. Acara ini sekaligus memperingati ulang tahun ke-10 AFD di Indonesia.

Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/ Bappenas, mengatakan tantangan terkait yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana memperkuat intervensi kebijakan dan inisiatif yang dapat memberikan warna ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dalam rangka mencapai target Paris Agreement dan Agenda 2030.

Arifin menegaskan Indonesia sangat berperan aktif dalam berbagai agenda global terkait penanganan perubahan iklim yang dihelat pada November 2017, diantaranya The 23rd Session of Conference of the Parties (COP 23) to the UN Convention on Climate Change (UNFCC) Bonn dan Konferensi Paris dalam rangka ulang tahun kedua Paris Agreement.

"Kerja sama dan dukungan global yang kuat untuk inovasi dan pendanaan diperlukan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan mencapai tujuan berkelanjutan," tegas Arifin.

Indonesia berkomitmen mengurangi emisi rumah kaca sebesar 29% terhadap business as usual dengan upaya sendiri pada 2030 dan mengurangi sebesar 41% dengan dukungan internasional.

Sekretaris Kementerian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas Gellwynn Jusuf mengungkapkan upaya pengarusutamaan perubahan iklim terus dilakukan, baik upaya mitigasi maupun adaptasi ke dalam RPJMN dan ke dalam perencanaan pembangunm tiap tahun, yakni Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

"Indonesia terus mengembangkan pola pembangunan rendah karbon melalui sinkronisasi upaya penurunan emisi gas rumah kaca dengan keseimbangan pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," kata Gellwynn.

Dia menambahkan upaya itu diharapkan akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top