Serangan Teror di Mesir Tewaskan 235 Orang. Presiden Jokowi Hingga Politisi Mengutuk Keras

Sejumlah kalangan mulai dari Presiden Jokowi hingga politisi mengutuk serangan bersenjata di Mesir yang menewaskan 235 orang.
John Andhi Oktaveri | 26 November 2017 12:45 WIB
Warga berkerumun di depan Masjid Al Rawdah yang diserang teroris. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Sejumlah kalangan mulai dari Presiden Jokowi hingga politisi mengutuk serangan bersenjata di Mesir yang menewaskan 235 orang.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia bersama dengan Mesir dalam situasi sulit tersebut.

"Negara kita mengutuk keras serangan yang ada di Mesir, di Sinai Utara. Duka dan simpati yang mendalam dari seluruh rakyat Indonesia baik kepada pemerintah Mesir dan maupun kepada korban", ujar Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan bahwa kerja sama dalam memerangi terorisme, radikalisme adalah kewajiban bersama.

Sedangkan Sekjen PDIP Hasto Kriyastono mengatakan teror bom tersebut merupakan tindakan biadab. Pasalnya, serangan dilakukan saat para warga tengah melaksanakan ibadah salat Jumat.

"Kejahatan kemanusiaan tersebut tidak bisa didiamkan. Pemerintah Republik Indonesia agar menggalang solidaritas kemanusiaan dan kerjasama internasional memerangi kejahatan kemanusiaan terorisme tersebut," ujarnya.

Menurut Hasto, apapun alasanya, menyerang masjid dan tempat ibadah agama manapun merupakan kejahatan sangat serius, dan tidak terampuni.

"Tempat ibadah harus menjadi zona netral manakala terjadi konflik. Tempat ibadah menjadi pusat perlindungan kemanusiaan yang seharusnya terlarang untuk terjadinya kejahatan apapun," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras aksi terorisme di Masjid Al-Rawdah Sinai Utara Mesir tersebut. Jazuli menyebut tindakan tersebut biadab dan tidak berperikemanusiaan.

"Duka cita mendalam untuk seluruh rakyat Mesir khususnya keluarga korban. Pada saat yang sama dunia mengutuk aksi biadab teroris pengecut dan tidak berperikemanusiaan tersebut," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/11/2017).

Menurut Jazuli aksi terorisme di Mesir dan berbagai belahan dunia lainnya masih kerap terjadi sehingga bangsa-bangsa dunia harus bersatu padu melawan terorisme dan mewujudkan tata dunia yang lebih berperikemanusiaan dan berkeadilan dalam semangat kemerdekaan dan perdamaian.

"Negara-negara di dunia harus memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya dan tidak menciptakan peluang tumbuh suburnya terorisme apakah kehancuran akibat perang, ketidakadilan, politik kekerasan dan antidemokrasi atau kediktatoran,” ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mesir, terorisme

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top