Penyaluran Kredit BNI Malang Tumbuh 36% secara Tahunan

Penyaluran kredit BNI Wilayah Malang tumbuh sebesar 36% secara year on year (yoy) atau mencapai Rp1,836 triliun sampai Oktober 2017.
Choirul Anam | 21 November 2017 18:56 WIB

Kabar24.com, MALANG--Penyaluran kredit BNI Wilayah Malang tumbuh sebesar 36% secara year on year (yoy) atau mencapai Rp1,836 triliun sampai Oktober 2017.

CEO BNI Wilayah Malang Yessy Kurnia Dyah mengatakan secara year to date (ytd), pertumbuhan penyaluran kredit mencapai Rp701 miliar atau tumbuh 13%.

“Sektor yang dominan dalam menyerap kredit kami, yakni perdagangan dan restoran yang mencapai 55% serta industri pengolahan 16%,” ujarnya di Malang, Selasa (21/11/2017).

Dari sisi target, kata dia, pencapaian penyaluran kredit sebesar itu mencapai 87,9%. Namun dia optimistis, sampai akhir tahun target penyaluran kredit bisa tercapai 100%.

Salah satu yang bisa dipacu, menurut dia, panyeluran KUR. Masih banyak ruang pada penyaluran kredit tersebut.

Sampai akhir 2017, BNI Wilayah Malang ditargetkan menyalurkan KUR sebesar Rp1,080 triliun, namun realisasinya sampai Oktober 2017 masih mencapai Rp573 miliar.

Hal itu terjadi karena regulasi penyaluran KUR agak berbeda dengan KUR sebelumnya di 2016. Namun pihaknya tetap mengupayakan agar penyaluran KUR bisa naik lebih tinggi lagi.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya tetap harus memperhatikan aspek kehati-hatian dalam penyaluran kredit meski ruangnya longgar. Prinsip kehati-hatian itu diperlukan agar ekspansi kredit justru tidak menambah angka NPL.

Sampai Oktober 2017, NPL kredit yang disalurkan BNI Wilayah Malang mencapai 2,1%. Dari target yang dipatok kantor pusat yang sebesar 2,8%, realisasi NPL sebesar berarti lebih rendah dari yang ditetapkan kantor pusat. Jauh lebih rendah daripada batas toleransi NPL yang ditetapkan OJK sebesar 5%.

Hal itu terjadi karena BNI mempunyai program terkait kredit, yakni credit discipline program. Lewat program tersebut, maka setiap account yang akan diproses ada beberapa check list yang harus dipenuhi dan didiskusikan.

Meski secara nasional kondisi perekonomian masih tidak terlalu bagus di 2017, kata dia, masih ada peluang bagi BNI Wilayah Malang untuk melakukan ekspansi kredit.

Hal itu terjadi karena potensi sektor riil di wilayah kerja BNI Wilayah Malang justru didominasi kegiatan ekonomi ritel, bukan industri.

Jumlah industri di wilayah kerja BNI Wilayah Malang relatif sedikit.

Karena itulah, secara umum masih ada ruang bagi bank tersebut untuk melakukan ekspansi kredit. “Penyaluran kredit masih terbuka,” ucapnya.

Yang menjadi masalah, penerapan kehati-hatiannya. Intinya, nasabah yang dikucuri kredit harus dipilih yang bagus, baik dari sisi potensi usaha maupun moral debiturnya.

Dengan begitu, maka penyaluran kredit tetap bisa dipacu, namun tidak akan berdampak pada peningkatan NPL. NPL tetap bisa terjaga rendah.

Terutama penyaluran KUR yang ruangnya masih terbuka lebar karena realisasinya baru 53% dari target penyaluran di 2017.

Tag : bni, malang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top