Jauh dari Target, Pegadaian Bali Baru Miliki 200.000 Nasabah

Pegadaian wilayah Bali mencatat jumlah nasabah hingga Oktober 2017 baru mencapai 200.000 nasabah, jauh dari target yang seharusnya sebanyak 300.000 nasabah tahun ini.
Ni Putu Eka Wiratmini | 21 November 2017 01:25 WIB
Warga menunggu melakukan bertransaksi di Kantor Pegadaian - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, DENPASAR – Pegadaian wilayah Bali mencatat jumlah nasabah hingga Oktober 2017 baru mencapai 200.000 nasabah, jauh dari target yang seharusnya sebanyak 300.000 nasabah tahun ini.

Sementara itu, transaksi produk pembiayaan atau kredit di Pegadaian yang terhitung aktif hingga Oktober 2017 juga berjumlah Rp1,1 triliun. Angka ini menunjukkan hanya ada keniakan 2% dibanding periode sama tahun lalu.

Deputi Bisnis Area Denpasar Sucahya Prabawa Laksana mengatakan berbagai upaya akan ditempuh untuk meningkatkan nasabah salah satunya lewat agen pemasaran. Pegadaian Wilayah Bali telah memiliki 98 agen pemasaran sebagai mitra untuk meningkat profitabilitas perusahaan dan inklusi keuangan masyarakat. Rencananya jumlah ini akan terus ditambah pada 2018 nanti.

Kata dia, agen ini akan berfungsi untuk lebih mengenalkan produk Pegadaian ke masyarakat, membantu masyarakat dalam hal bertransaksi produk-produk Pegadaian, dan meningkatkan jumlah costumer serta jumlah transaksi di Pegadaian.

“Kita juga akan mengangkat tenaga outsource atau alih daya seperi sales, kalau biasanya tenaga ini baru kita manfaatkan hanya sebagai security ataupun cleaning service saja,” sebutnya, Senin (20/11/2017).

Dia berharap mindset masyarakat Bali mengenai Pegadaian sebagai tempat terakhir memecahkan masalah keuangan dan hanya didatangi masyarakat miskin tidak lagi dipakai. Sebab,

Pegadaian kini dapartmelakukan banyak hal tidak hanya membantu pembiayaan saja namun juga bisa untuk melakukan investasi.

"Dulu orang kan malu kalau ke Pegadaian karena kesannya miskin mau menggadaikan barang, tetapi sekarang image itu sudah kita ubah, gedung sudah kitra perbaiki, selayaknya bank lah kita,” katanya.

Walaupun demikian, diakuinya masyarakat Bali saat ini lebih meminati produk pembiayaan seperti kredit usaha mikro yang persentasenya sebanyak 80%.

Sementara 15% masyarakat memilih produk investasi berupa investasi emas maupun tabungan emas.

Terakhir, 5% nya memilih produk aneka jasa lainnya seperti bayar tagihan listrik, PAM, Telepon, Kirim uUng, dan sebagainya.

“Kita ingin memberi tahu bahwa Pegadaian itu serba bisa itu yang ingin kita bagi ke masyarakat," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pegadaian

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup