Proses Pemakzulan Presiden Mugabe Dimulai

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe hari ini, Selasa (21/11/2017), mulai menjalani proses pemakzulan dengan salah satu alasan karena mengalihkan kekuasaan kepada isterinya secara tidak sah.
John Andhi Oktaveri | 21 November 2017 11:43 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe - Jibiphoto/Solopos.com

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe hari ini, Selasa (21/11/2017), mulai menjalani proses pemakzulan dengan salah satu alasan karena mengalihkan kekuasaan kepada isterinya secara tidak sah.

Proses pemakzulan akan diajukan oleh partai yang berkuasa Zanu-PF yang merupakan partai Mugabe sendiri. Zanu-PF sebelumnya mengultimatum Mugabe agar mengundurkan diri. Tokoh Zanu-PF Paul Mangwana mengatakan prosesnya akan berlangsung dua hari dan Presiden Mugabe bisa digusur Rabu (22/11/2017) besok.

Zanu-PF telah menetapkan tenggat waktu bagi Mugabe untuk mundur Senin kemarin, namun Mugabe mengabaikannya. Secara terpisah, para pemimpin militer mengatakan merencanakan suatu 'peta jalan' untuk masa depan Mugabe.

Militer menyebut pula bahwa Emmerson Mnangagwa, wakil presiden yang dipecat Mugabe, berpeluang menggantikannya. Baik Grace Mugabe maupun Mnangagwa dipandang sebagai calon pengganti presiden yang sudah uzur tersebut.

Namun awal bulan ini Mugabe memecat wakilnya itu, yang dianggap sebagai langkah untuk menyiapkan isterinya sebagai penggantinyi sehingga militer pun campur tangan.

Militer mengatakan Mugabe dan wakilnya melakukan kontak dan segera akan bertemu langsung.

Apa tuduhan terhadap Mugabe?

Konstitusi Zimbabwe memungkinkan pemakzulan berdasar 'penyalahgunaan berat,' 'pelanggaran' konstitusi atau tidak patuh, tidak menegakkan tidak mempertahankan, konstitusi.

'Tuduhan utamanya adalah ia membiarkan isterinya mengambil alih kekuasaan konstitusional padahal dia tak punya hak untuk menjalankan pemerintahan.

Grace Mugabe menghina para pegawai negeri dan wakil presiden dalam mimbar-mimbar umum. Mereka melangkahi militer. Itulah tuduhan-tuduhannya," kata tokoh Zanu-PF, Paul Mangwana, sesudah suatu rapat partai sebagaimana dikutip BBC.com, Selasa (21/11/2017).



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
robert mugabe

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top