Tiang Tempat Setya Novanto Kecelakaan Jadi Tempat Foto-foto Warga

Tiang Tempat Setya Novanto Kecelakaan Jadi Tempat Foto-foto Warga
Newswire | 20 November 2017 13:56 WIB
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017). Kecelakaan terjadi pada Kamis (16/11/2017) malam. - Bisnis.com/Juli Etha

Bisnis.com, JAKARTA - Satu tiang listrik yang berdiri di Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak terkenal. Lokasinya masih ramai didatangi masyarakat hingga kemarin, sejak tiang itu ditabrak mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setya Novanto pada Kamis malam lalu.

“Hebat iki tiang, yo, sakti koyok seng nabrak (hebat tiang ini, ya, sakti seperti yang nabrak),” kata Joko, seorang warga Simprug yang singgah di lokasi itu, kemarin siang. Dia ikut-ikutan bersama yang lain menepuk-nepuk tiang listrik yang masih berdiri tegak itu.

Tiang listrik yang mendapat kiriman karangan bunga sebagai satire atas Setya itu, yang baru saja ditetapkan kembali sebagai tersangka korupsi kasus e-KTP oleh KPK, terus menjadi tontonan warga. Setya, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, harus dilarikan ke rumah sakit karena tabrakan minor tersebut.

Sepanjang siang kemarin saja terhitung ratusan orang yang datang silih berganti. Sebagian besar melakukan swafoto di lokasi itu. Belum lagi setiap pengendara yang lewat, mengabadikan tiang dari kendaraannya. Bahkan, beberapa kali Tempo diminta untuk mengambil foto bagi mereka yang datang sendiri.

“Saya penasaran sekali kenapa tiang listrik ini tidak penyok, apalagi roboh. Pohonnya juga hanya keserempet. Mobilnya juga tidak masuk parit, aneh,” kata Eko, anggota masyarakat lainnya yang ditemui Tempo di lokasi kejadian.

Berbagai julukan pun diberikan masyarakat kepada tiang itu. Ada yang menyebutnya tiang Papa Setnov, tiang sakti, hingga tiang perkasa. Gumpalan koran terpaksa direkayasa pada tiang itu untuk menegaskan kejadian kecelakaan pada Kamis malam lalu. "Wah, tiangnya yang benjol," ujar sebagian masyarakat yang datang.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Kingkin Winisuda, mengatakan telah memeriksa lokasi kecelakaan tersebut. Dia mengatakan menggunakan teknik yang disebut traffic accident analyst untuk mengukur kecepatan kendaraan sesaat sebelum terjadi kecelakaan. “Kami bisa melihat sebelum, saat, dan setelah kejadian laka lantas,” ujarnya.

Hasil pengukuran dari teknik itu nantinya akan dicocokkan dengan hasil pengukuran petugas lainnya. Sejauh ini Kingkin menduga kecelakaan itu tunggal, di mana mobil yang ditumpangi Setya Novanto berkecepatan di atas 60 kilometer per jam. “Di atas 60 itu berarti kecepatan tinggi karena ini area permukiman,” tuturnya.

Sumber : Tempo.co

Tag : setya novanto
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top