Trump Menyesal Bantu Bebaskan Tiga Pebasket UCLA dari Penjara China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyesal telah membantu pembebasan tiga pebasket UCLA dari penjara di China atas tuduhan mengutil.
Renat Sofie Andriani | 20 November 2017 14:39 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) di sela-sela KTT G20, di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. - REUTERS/Markus Schreiber

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku menyesal telah membantu pembebasan tiga pebasket UCLA dari penjara di China atas tuduhan mengutil.

“Ketiga pemain basket telah keluar dari China dan diselamatkan dari ancaman bertahun-tahun di penjara. [Tapi] LaVar Ball, ayah LiAngelo, tidak menerima apa yang saya lakukan untuk putranya dan bahwa mengutil bukan persoalan besar," cuit Trump dalam akun Twitternya.

"Seharusnya saya membiarkan mereka di penjara!” lanjut Trump, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (20/11/2017).

Cuitan Trump muncul setelah ayah LiAngelo Ball, salah satu dari tiga pebasket UCLA, memberi komentar yang mengecilkan campur tangan Trump dalam pembebasan ketiganya.

“Siapa? Sedang apa dia [Trump] di sana [China] sebenarnya? Setiap orang sepertinya ingin membuatnya seperti telah membantu saya,” ujar Ball kepada ESPN, ketika ditanyai tentang campur tangan Trump.

“Saya dari LA, saya telah melihat banyak hal buruk terjadi daripada sekadar seorang pria mengambil beberapa benda. Putraku sudah cukup membangun karakter yang tidak akan dihancurkan oleh satu keputusan buruk.," pungkas LaVar.

"Jika dia berusia 12 tahun dan kemudian mengutil, mencuri mobil, serta melakukan tindakan gila, maka itu hal yang berbeda,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pebasket dari University of California, Los Angeles (UCLA) ditangkap polisi setempat pada 7 November di kota China bagian timur, Hangzhou, atas tuduhan mengutil di toko.

LiAngelo Ball, Cody Riley, dan Jalen Hill diperiksa kepolisian soal tuduhan mencuri di sebuah toko Louis Vuitton. Maksud kedatangan tim basket UCLA ke China untuk mengikuti pertandingan melawan Georgia Tech di Shanghai awal bulan ini.

Namun, ketiga pemain tersebut diketahui tidak masuk dalam tim yang berangkat dengan pesawat untuk kembali menuju Amerika Serikat (AS).

Trump mengatakan ia telah meminta bantuan Presiden China Xi Jinping menangani kasus tersebut. Trump mengklaim telah mengangkat isu tentang penahanan ketiganya kepada Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Beijing baru-baru ini.

Ketiganya kemudian dibebaskan dan telah kembali ke AS pada pekan lalu dan dikeluarkan dari tim tanpa batas waktu.

“Pengutilan adalah masalah yang sangat besar di China, yang bisa mendapatkan ganjaran sepatutnya (5-10 tahun penjara), tapi tidak bagi LaVar. China menjelaskan mengapa mereka dibebaskan. Sangat tidak tahu berterima kasih!” lanjut Trump.

Perwakilan Partai Demokrat dari California yang bergabung dalam komite intelijen DPR AS Adam Schiff pun meritwit cuitan Trump.

“Presiden bisa saja membiarkan ketiga mahasiswa itu di penjara asing karena keluarga mereka tidak cukup berterima kasih padanya [Trump],” tulis Schiff.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top