Gerakan Muda Golkar : Logis jika Setya Novanto Mundur

Inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Mirwan BZ Vauly mendesak elite Golkar untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang disebutnya harus diadakan secepat-cepatnya, menyusul kasus hukum yang tengah membelit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov).
Newswire | 18 November 2017 14:04 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan pengarahan saat penyerahan rekomendasi kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (9/11). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA - Inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Mirwan BZ Vauly mendesak elite Golkar untuk menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub)  yang disebutnya harus diadakan secepat-cepatnya, menyusul kasus hukum yang tengah membelit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov).

"Saya kira penting bagi Golkar segera mengambil tindakan strategis dan tegas dalam waktu sesingkat-singkatnya, paling lambat Desember, Mmunaslub dilaksanakan," kata  Mirwan dalam talkshow politik di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (18/11/2017). 

BZ Vauly menyebut pilihan mundur mundur dari kedua posisi yang dijabat Novanto --Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar-- sebagai logis. 

"Untuk sementara itu, kalau kita tarik dari belakang, problem terus menerus turun, sumbernya popularitas yang bisa berefek ke elektabilitas," kata dia.

Mirwan menyarankan Setnov untuk lebih mempertimbangkan kepentingan negara, publik dan partai dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang membelitnya.

"Pak Setya Novanto sebagai Ketua DPR, senior kami di Partai Golkar, kami meminta beliau agar melihat kepetingan bangsa dan negara, publik dan Golkar. Tidak lagi bisa kita main-main, melihat hal ini biasa," kata Mirwan. 

Direktur Eksekutif  Polcomm Institute Heri Budianto menyarankan Setnov realistis dan legowo sebagai respon atas kasusnya itu.

"Perlu kelegowoan sikap SN. Misalnya beliau tidak lagi di DPR atau Partai Golkar. Dia harus tegas untuk melakukan langkah konkret untuk menyelamatkan DPR dan Golkar," kata dia. 

KPK telah mengeluarkan surat penahanan Setya Novanto yang mereka serahkan kepada kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, di Jakarta  Jumat 17 November kemarin.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-ktp

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top