2.000 Ha Lahan di Sulsel Disiapkan untuk Transmigran

JAKARTA--Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berencana menyediakan lahan seluas 2.000 ha di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan sebagai lokasi transmigrasi. Progam transmigrasi diklaim menjadi salah satu solusi untuk mengentas kemiskinan yang umumnya melanda kawasan padat penduduk.
Thomas Mola | 18 November 2017 13:29 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Eko Putro Sandjojo menyampaikan paparannya saat rapat kerja dengan Komisi V di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6). - Antara/M Agung Rajasa

Kabar24.com, JAKARTA - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berencana menyediakan lahan seluas 2.000 ha di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan sebagai lokasi transmigrasi. Progam transmigrasi diklaim menjadi salah satu solusi untuk mengentas kemiskinan yang umumnya melanda kawasan padat penduduk.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menuturkan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui program transmigrasi. Dengan transmigrasi warga kurang mampu mempunyai harapan dan kesempatan baru untuk bisa lepas dari jerat kemiskinan mereka.

Kawasan transmigrasi di Soppeng, paparnya, akan menampung para transmigran dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah lainnya maupun dari masyarakat lokal. Pemerintah, katanya, bakal menyediakan lahan, fasilitas perumahan, hingga fasilitas sosial.

"Kami berharap agar para transmigran mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka dengan bekerja keras dan tidak mudah putus asa," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/11/2017).

Eko menuturkan Kemendesa saat ini giat mendorong pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) di berbagai kawasan transmigran di Indonesia. Hal yang sama akan dilakukan di kawasan transmigrasi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

"Nanti kami berkolaborasi dengan lintas kementerian atau lembaga, salah satunya dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan pupuk dan bibit bagi kelompok tani di kawasan transmigrasi yang mau mengembangkan prukades,” papar Eko.

Eko mengklaim saat ini pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dengan berbagai program pembangunan. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh lintas kementerian, lembaga negara, BUMN maupun swasta. Menurutnya berdasarkan arahan Presiden Jokowi Kementerian dan Lembaga harus keroyok bareng-bareng bantu pembangunan di desa-desa.

"Tiga tahun ini total Rp120 triliun dana desa sudah dikucurkan. Untuk Kabupaten Soppeng saya dapat bocorannya dari Bapak Bupati, dana desa mencapai Rp2 miliar, ini ada perhatian khusus," paparnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transmigrasi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top