Untar Selenggarakan Konferensi Entrepreneurship di Hanoi

Universitas Tarumanagara menggandeng Foreign Trader University (FTU) menyelenggarakan 6th International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM) di Hanoi, Vietnam.
Newswire | 17 November 2017 16:35 WIB
Ilustrasi Rektor Untar Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan memberikan pemaparan - istimewa

Kabar24.com,JAKARTA - Universitas Tarumanagara menggandeng Foreign Trader University (FTU) menyelenggarakan 6th International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM)  di Hanoi, Vietnam.  

Konferensi yang berlangsung selama 2 hari ini mengambil tema The Role of Entrepreneurship and Business Management in Shaping Collaborative Economy.  

ICEBM rutin  diselenggarakan setiap tahun, sebelumnya  dilaksanakan di  Pulau Penang bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia dan di Bangkok Thailand bersama Dusit Thani College dan Kun Shan University, Tainan, Taiwan.

Konferensi internasional pada tahun keenam ini juga didukung oleh Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Multimedia Nusantara, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia dan Kun Shan University, Taiwan.  

Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan mengatakan, teknologi telah membantu menyediakan berbagai informasi yang dapat memaksimalkan sumber daya melalui kolaborasi yang menghasilkan barang dan jasa.  

Ketika informasi mengenai barang disampaikan melalui online, nilai dari barang-barang vtersebut dapat meningkat bagi individu-individu, bisnis, komunitas dan masyarakat secara umum.  

"Atas dasar alasan tersebut hasil dari konferensi ini sebenarnya sangat penting untuk memberi pemahaman dan mengantisipasi kesempatan atau ancaman yang mungkin dapat terjadi melalui ekonomi kolaborasi", ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (17/11).

Rektor Untar membuka konferensi bersama Vice President FTU Prof. Nguyen Thu Thuy di kampus FTU, Hanoi, Vietnam, Kamis (16/11).  

Diikuti peserta dari berbagai negara di antaranya Malaysia, Australia, dan Finlandia.  

Ketua Panitia ICEBM 6th Franky Slamet mengatakan, tema ini dipilih karena saat ini bisnis konvensional sedang menghadapi tantangan dari perusahaan yang berbasis aplikasi online.  

Sebagian besar perusahaan konvensional mengendalikan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendorong aktivitas bisnisnya agar dapat memenangkan persaingan.  

Sementara itu dalam model bisnis "ekonomi kolaborasi" adalah model bisnis yang menerapkan teknologi informasi dimana masyarakat mendapatkan apa yang dibutuhkannya dari pihak lain.  Pemilik dan akses sumber daya dapat dibagi antara masyarakat, bisnis startups dan perusahaan.  

"Kehadiran ekonomi kolaborasi memberi dampak yang kuat bagi perusahaan konvensional", kata Franky.  


Tag : perguruan tinggi
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top