Jadi Tahanan Tentara, Robert Mugabe Enggan Mundur

Presiden Robert Mugaber masih kukuh bersikap bahwa ia adalah satu-satunya penguasa sah Zimbabwe meski tentara menjadikannya tahanan rumah, kata sumber intelijen pada Kamis (16/11/2017).
Martin Sihombing | 16 November 2017 19:14 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe - Jibiphoto/Solopos.com

Bisnis.com, HARARE -  Presiden Robert Mugabe masih kukuh bersikap  ia adalah satu-satunya penguasa sah Zimbabwe meski tentara menjadikannya tahanan rumah, kata sumber intelijen pada Kamis (16/11/2017).

Mugabe juga menolak penengahan oleh pendeta Katolik, yang memungkinkan pemimpin berusia 93 tahun itu mundur setelah kudeta militer pada Rabu (15/11).

Pendeta itu, Fidelis Mukonori, menjadi penengah Mugabe dengan para jenderal pengambil-alihan kekuasaan itu pada Rabu dalam gerakan militer menyasar orang dekat presiden, kata tokoh penting politik kepada Reuters.

Sumber tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut perundingan Mugabe dengan para jenderal itu, yang bertujuan menciptakan peralihan kekuasaan tanpa darah. Mugabe adalah satu-satunya presiden Zimbabwe berkuasa sejak merdeka pada 1980.

Mugabe adalah pemimpin yang masih dianggap sebagai pahlawan perjuangan kemerdekaan oleh warga lokal. Namun di kalangan internasional, dia adalah seorang despot yang tidak mampu menangani ekonomi dan mudah menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan.

Sejumlah laporan intelejen yang sempat dibaca oleh Reuters menunjukkan bahwa mantan kepala keamanan, Emmerson Mnangagwa, yang dipecat sebagai wakil presiden pada bulan ini, sudah menyiapkan visi kepemimpinan pasca-Mugabe.

Rencana itu sudah dibahas Mnangagwa bersama militer dan kelompok oposisi selama lebih dari satu tahun.

Rumor soal terlaksananya rencana Mnangagwa tersebut semakin santer terdengar setelah pemimpin kelompok oposisi, Morgan Tsvangirai, yang sudah lama menjalani perawatan kanker di Inggris dan Afrika Selatan, tiba-tiba kembali ke Harare pada Rabu.

Sementara itu, Afrika Selatan mengatakan bahwa Mugabe telah berbicara dengan Presiden Jocob Zuma melalui sambungan telepon pada Rabu.

Dalam pemicaraan itu, Mugabe mengatakan bahwa dirinya kini menjadi tahanan rumah.

Di sisi lain, pihak militer juga mengungkapkan bahwa mereka menahan sang presiden dan keluarganya dalam keadaan aman dan sehat.

Kudeta militer di Zimbabwe terjadi satu bulan setelah jalan Mnangagwa menjadi penerus Mugabe tertutup secara formal. Posisinya sebagai penerus digantikan oleh istri sang presiden sendiri, Grace Mugabe.

Namun, meski banyak orang masih mengagumi Mugabe, publik Zimbabwe belum menerima Grace (52) yang mengawali karirnya di pemerintahan sebagai tukang ketik dan menanjak setelah selingkuh dengan Mugabe pada awal 1990-an saat istri pertama sang presiden, Sally, menderita sakit kanker.

Grace terkenal dengan sebutan "Gucci Grace" karena suka belanja barang mewah, karirnya menanjak di partai penguasa ZANU-PF dalam dua tahun belakangan dan memuncak dengan pemecatan Mnangagwa pada pekan lalu.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
presiden zimbabwe

Sumber : REUTERS/ANTARA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top