Korut: Trump Harus Dihukum Mati Karena Hina Kim Jong Un Pendek dan Gendut

Media Korea Utara menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus dijatuhi hukuman mati karena telah menyebut pemimpin mereka, Kim Jong Un, pendek dan gendut.
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 07:06 WIB
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Media Korea Utara menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus dijatuhi hukuman mati karena telah menyebut pemimpin mereka, Kim Jong Un, pendek dan gendut.

Korean Central News Agency (KCNA) mengabarkan bahwa editorial yang diterbitkan Rodong Sinmun, surat kabar milik partai berkuasa Korut, menyebut Trump sebagai penjahat mengerikan karena berusaha menghimpun para pemimpin dunia melawan Kim Jong Un.

Trump juga secara terang-terangan disebut telah menghina Kim Jong Un dalam pesan media sosial selama kunjungan kenegaraannya ke Asia yang baru saja berakhir.

“Kejahatan terburuk [Trump] yang tidak dapat diampuni adalah bahwa dia berani menyakiti martabat pemimpin tertinggi. Trump, yang tidak lebih dari seorang budak uang berusia lanjut, berani melakukan itu,” tulis editorial tersebut.

“[Trump] harus tahu bahwa dia hanyalah seorang penjahat mengerikan yang dijatuhi hukuman mati oleh warga Korea [Utara],” tambahnya, seperti dikutip dari laman Fox News, Kamis (16/11/2017).

Surat kabar tersebut juga menyebut Trump seorang pengecut karena membatalkan kunjungannya yang mengejutkan ke Zona Demiliterisasi. Trump sebelumnya dikabarkan berencana mengunjungi zona penyangga antara Utara dan Selatan Korea tersebut dalam lawatannya di Seoul, namun cuaca buruk dinyatakan telah membatalkan rencana tersebut.

“Bukan karena cuaca. Dia terlalu takut untuk menghadapi tatapan tajam tentara kami,” kata editorial tersebut.

Dalam lawatannya menghadiri KTT APEC di Vietnam akhir pekan lalu, Trump mencuit secara 'sarkastik' tentang diktator Kim Jong Un. Ia menuliskan telah dihina 'tua' oleh Kim Jong Un. Meski demikian, Trump menyatakan tidak akan membalas dengan menyebutnya 'pendek dan gendut'.

“Mengapa Kim Jong-un menghina saya dengan menyebut saya 'tua', padahal saya TIDAK akan pernah menyebutnya 'pendek dan gendut',” cuit Trump.

Pernyataan Trump itu merespon komentar Kementerian Luar Negeri Korut yang mencela kunjungan kenegaraan Trump ke Asia sebagai kunjungan penghasut perang dan menyebutnya orang tua pikun.

Sepanjang perjalanannya ke beberapa negara di Asia, Trump memang meminta para pemimpin negara untuk membantu mengakhiri program senjata nuklir Korea Utara.

Pembelaan pun datang dari pihak Gedung Putih atas pernyataan Trump. “Dia [Kim Jong Un] yang memulainya,” tegas konselor Gedung Putih Kellyanne Conway.

Conway membela twit Presiden Trump yang menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pendek dan gendut dengan alasan bahwa diktator Korut tersebut telah menghina Presiden Trump terlebih dahulu.

"Saya rasa Presiden hanya merespon seseorang yang menghinanya terlebih dahulu," lanjut Conway dalam sebuah wawancara dengan ABC.

Sebelumnya, Trump juga memperingatkan Kim Jong Un untuk tidak meremehkan AS. “Senjata yang Anda kembangkan tidak membuat Anda lebih aman. Mereka justru menempatkan rezim Anda dalam bahaya besar.”

"Kami tidak akan membiarkan kota-kota Amerika terancam kehancuran. Kami tidak akan terintimidasi. Dunia tidak dapat mentolerir ancaman rezim nakal terkait nuklir. Jangan remehkan kami dan jangan coba-coba dengan kami.” tegas Trump dalam sebuah pidato di Korea Selatan pekan lalu.

Editorial Rodong Sinmun pun mengecam Trump karena telah menyemburkan segala macam omong kosong dalam pidatonya di Seoul.

Tag : kim jong un, Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top