Ditanya Alasan Mangkir dari KPK, Setya Novanto Irit Bicara, Fahri Mendadak Jadi Jubir

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah mendadak menjadi \'juru bicara\' Ketua DPR Setya Novanto saat puluhan wartawan memberondongnya dengan pertanyaan seputar pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Newswire | 15 November 2017 16:25 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto memilih irit bicara saat ditanya mengenai alasannya mangkir dari panggilan KPK terkait statusnya sebagai tersangka kasus E-KTP.

Setya Novanto yang menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP mangkir dari pemeriksaan KPK dan memilih menjalankan tugasnya di DPR memimpin rapat paripurna.

Sebaliknya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah justru mendadak menjadi 'juru bicara' Ketua DPR Setya Novanto saat puluhan wartawan memberondongnya dengan pertanyaan seputar pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Agenda Setya Novanto di DPR hari ini, Rabu (15/11/2017) adalah menyampaikan pidato di rapat paripurna pembukaan masa persidangan ke-II tahun sidang 2017-2018. Selain itu, Novanto dijadwalkan memimpin rapat pimpinan DPR pada siang harinya.

Selepas acara rapat paripurna, awak media yang biasa bertugas di DPR sudah mencegatnya di depan pintu keluar ruang rapat yang terletak di lantai 4, Gedung Nusantara II. Belum juga melontarkan pertanyaan, Fahri sudah bicara. "Hari ini kami ada rapim, ya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 15 November 2017.

Awak media pun tetap mengejar jawaban dari Setya Novanto. Ketua Umum Partai Golkar itu pun mau menjawabnya meski singkat. "Hari ini kami rapat pimpinan, ini rapim penting karena program-program awal harus kami lakukan, tugas-tugas negara harus kami selesaikan," kata Novanto.

Dia menjelaskan dirinya memutuskan mangkir dari panggilan KPK karena menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi pasal 46 ayat 1 dan 2 serta Pasal 12 Undang-Undang tentang KPK yang didaftarkan pengacaranya, Fredrich Yunadi.

Setelah memberikan jawaban singkat, Setya Novanto meninggalkan wartawan dan masuk ke dalam elevator untuk membawanya ke lantai dasar Gedung Nusantara II. Wartawan yang belum puas mencoba mendahuluinya dengan menuruni eskalator.

Sesampainya di bawah, sejumlah awak media kembali mencegat Setya Novanto. Namun kali ini Fahri Hamzah yang berada di sampingnya yang lebih banyak bicara. "Kami ada rapim hari ini. Rapim hari pertama ini, ya Allah," kata Fahri.

Wartawan pun bertanya apakah Setya Novanto berkenan hadir ke KPK pada sore hari selepas memimpin rapim. Namun Setya bungkam dan jawaban lagi-lagi keluar dari mulut Fahri. "Rapimnya panjang, nih. Hari pertama," ujarnya.

Setya akhirnya mau membuka mulut kala ditanya soal uji materi di MK. Namun dia memberikan jawaban yang sama dengan sebelumnya. "Tunggu saja, kita hormati MK," ujarnya.

Merasa belum puas, wartawan terus menempel dua pimpinan DPR ini yang terus berjalan menuju Gedung Nusantara II, tempat ruang kerja pimpinan DPR berada. Pertanyaan demi pertanyaan tetap dilontarkan untuk Setya Novanto.

Seperti sebelumnya, jawaban tidak keluar dari mulut Setya, melainkan dari Fahri Hamzah. "Beliau ikut KPK, argumen KPK yang dipakai. Ikut KPK aja biar selamat," kata dia.

Tak pedulikan ucapan Fahri, wartawan tetap mencecar Setya Novanto. Fahri pun meminta media menyudahi pertanyaan. "Sudah nanti aja kita ngobrol baik-baik di atas, yo," ujarnya.

Dalam aksi 'kejar-kejaran' ini, Setya Novanto tetap irit bicara hingga akhirnya dia tiba di lift khusus pimpinan DPR RI yang membawanya menuju ruang kerjanya. Sejumlah wartawan sampai terjatuh karena mencoba mendekati Setya Novanto namun terhalang oleh deretan pengawalnya.

Sumber : tempo.co

Tag : setya novanto
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top