Bicara Pencurian Ikan di Manado, Presiden Jokowi Puji Menteri Susi

"Berapa puluh tahun kita diemin saja sebanyak 7.000-8.000 kapal lalu lalang ambil ikan. Untung kita punya Menteri Susi yang tenggelamin kapal itu. Kalau dibiarkan terus-menerus habis, yang kena siapa, nelayan kita," kata Presiden di Manado, Rabu (15/11/2017).
Newswire | 15 November 2017 18:12 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan), Ketua DPR Setya Novanto (ketiga kiri), Menko PMK Puan Maharani (kedua kiri) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) berbincang disela sesi foto bersama peringatan Konferensi Asia Afrika dengan tema Keragaman Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/4). - Antara/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, MANADO - Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan Kongres ke-XX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado, Sulawesi Utara mengatakan beruntung mempunyai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menenggelamkan kapal pengambil sumber daya perikanan.

"Berapa puluh tahun kita diemin saja sebanyak 7.000-8.000 kapal lalu lalang ambil ikan. Untung kita punya Menteri Susi yang tenggelamin kapal itu. Kalau dibiarkan terus-menerus habis, yang kena siapa, nelayan kita," kata Presiden di Manado, Rabu (15/11/2017).

Jokowi mengungkapkan jumlah nelayan terus menurun dari angka 1,6 juta orang menjadi 800.000 orang. "Ini karena ikannya enggak ada, mereka beralih profesi. Yang harus melindungi sumber daya alam kita adalah kita sendiri," tegas presiden.

Saat berpidato pada pembukaan Kongres ke-XX GMNI, selain sumber daya perikanan, Presiden juga menyinggung upaya pemerintah mendapatkan 51% pengelolaan Freeport dari 9% saat ini. Selain itu, penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang merupakan kewenangannya.

Sumber : antara

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top