Korporasi China Diperbolehkan Jual Obligasi ke Luar Negeri

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dikabarkan telah memberikan persetujuan kepada sejumlah perusahaan di China daratan untuk menjual obligasi ke luar negeri.
Yustinus Andri DP | 02 November 2017 00:31 WIB
Ilustrasi pembangunan properti di China - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dikabarkan telah memberikan persetujuan kepada sejumlah perusahaan di China daratan untuk menjual obligasi ke luar negeri.

Salah satu pejabat perbankan China yang enggan disebutkan namanya mengatakan langkah itu disetujui saat Kongres Partai Komunis ke-19 bulan lalu. Hanya saja dia enggan menyebutkan nama-nama perusahaan yang memperoleh izin untuk menerbitkan obligasi ke luar negeri.

Sumber itu juga menyebutkan persetujuan penerbitan obligasi ke luar negeri oleh perusahaan China daratan dikeluarkan secara bersamaan dengan kebijakan Beijing yang merilis obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS.

Seperti diketahui, penerbitan obligasi pemerintah berdenominasi greenback tersebut adalah yang pertama kali sejak terakhir dilakukan pada 2004.

Apabila kebijakan baru tersebut terealisasikan, akan dapat menambah rekor penjualan obligasi perusahaan China tahun ini.

Adapun, nilai penjualan obligasi korporasi khusus yang berdenominasi dolar AS telah mencapai US$150 tahun ini. Jumlah tersebut 78% lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu.

"Masuk akal untuk menganggap penerbitan obligasi perusahaan China ke luar negeri akan melonjak setelah Beijing memutuskan menjual obligasi berbentuk dolar AS beberapa waktu lalu,” kata  Jenny Zeng, manajer portofolio di AllianceBernstein Holding LP pada Rabu (1/11/2017).

Sementara itu, dari data terbaru Pemerintah China, permintaan investor pada obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS senilai US$2 miliar telah mencapai rekor tersendiri. Pasalnya, permintaan pada surat utang tersebut telah mengalami oversubscribed  hingga 11 kali sejak diluncurkan.

Adapun, Kementerian Keuangan China telah mulai menawarkan obligasi tersebut senilai US$1 miliar dengan tenor 5 tahun. Secara lebih terperinci, surat utang tersebut akan ditawarkan dengan kupon 30 -40 basis poin di atas obligasi AS.

Beijing juga menawarkan obligasi dengan tenor 10 tahun senilai US$1 milar dan ditawarkan dengan kupon yang lebih tinggi, yakni 40-50 basis poin di atas surat utang Paman Sam. Penjualan tersebut mulai dilakukan setelah Kongres Partai Komunis China digelar pada 18-24 Oktober lalu.

Goldman Sach Asset Mangement dalam risetnya mengatakan minat investor China pada obligasi dolar AS sangat besar. Melalui kebijakan Kementerian Keuangan tersebut, Goldman Sach memprediksi pasar obligasi dolar AS di Asia didominasi oleh orang China.

“Dalam waktu 3 tahun, sekitar 80% pasar Asia di luar Jepang kemungkinan besar didominasi China. Pada saat itu, ukurannya akan melampaui US$1 triliun,” tulis lembaga tersebut.

Sumber : Reuters

Tag : ekonomi china
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top