Xi Jinping: China Akan Membuka Diri

Presiden China Xi Jinping mengatakan, negaranya akan lebih membuka diri untuk bekerja sama dengan negara lain termasuk AS di masa depan.
Yustinus Andri DP | 31 Oktober 2017 14:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden China Xi Jinping mengatakan, negaranya akan lebih membuka diri untuk bekerja sama dengan negara lain termasuk AS di masa depan.

Dalam pertemuannya dengan pendiri Facebook Inc. Mark Zuckerberg dan CEO Apple Inc Tim Cook, Jinping mengatakan bahwa negaranya akan memulai reformasi dengan tekad dan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Negara kami bersedia, untuk bekerja sama dengan negara lain termasuk AS, untuk mengambil manfaat jangka panjang. Kami akan saling menjaga kepentingan masing-masing dan menangani dengan tepat ketidaksepakatan serta kontradiksi dengan negara mitra,” kata Jinping, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (31/10/2017)

Jinping  pun mengungkapkan bahwa dia sangat menanti pertemuan dengan Presiden Donald Trump, yang dijadwalkan akan berkunjung ke China pada 8 November mendatang.  Sementara itu, ucapan Jinping ini dinilai oleh sejumlah kalangan, merupakan indikasi keinginan Pemerintah China untuk memperlonggar aturan bisnis di China, terutama bagi perusahaan asing.

Seperti diketahui, selama ini Negeri Panda relatif tertutup terhadap investasi asing. Salah satunya dengan memblokir akses Facebook ke negara tersebut.

Terpisah, ambisi Jinping untuk mendorong China agar lebih terbuka terhadap negara lain juga mulai diterapkan oleh Shanghai Stock Exchange (SSE).

Salah satu bursa saham terbesar di China itu memaparkan rencananya untuk menjalin kerjasama yang yang lebih kuat dengan pasar modal negara lain. SSE sendiri mengakui bahwa langkah tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi ambisi Jinping untuk menyebarkan sekaligus memperkuat pengaruh China di seluruh dunia.

SSE mengatakan, pihaknya akan mencari kerja sama strategis dengan bursa lain. Slaah satu kebijakan tersebut bahkan telah dilakukan pada akhir tahun lalu, ketika SSE setuju untuk membeli 40% kepemilikan saham di Bursa Efek Pakistan.

Adapun baru-baru ini SSE juga telah menandatangani kesepakatan dengan pasar modal di Malaysia dan Luksemburg untuk meningkatkan kerja sama.

“Kerja sama antarbursa saham internasional akan membantu mengerek pengaruh China di sektor finansial di dunia, terutama di Eropa. Di sisi lain, kerja sama antarbursa juga akan mempermudah ambisi Beijing dalam merealisasikan program One Belt, One Road,” kata Shen Zhengyang, analis Shanghai Securities Co Ltd.

Tercatat, SSE merupakan bursa saham terbesar di China, dengan sekitar 1.400 emiten yang terdaftar dan memiliki nilai kapitalisasi pasar gabungan sebesar 33,27 triliun yuan (US$5 triliun). SSE juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mendorong lebih 

Sumber : bloomberg

Tag : ekonomi china
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top