Wanita Boleh Menyetir Mobil di Arab Saudi, Ini Dampaknya

Pemerintah Arab Saudi akhirnya menghapus larangan menyetir bagi perempuan. Hal ini bisa jadi kabar baik bagi industri otomotif, tetapi akan menjadi tantangan bagi perusahaan seperti Uber.
Nindya Aldila | 27 September 2017 19:54 WIB
Pelajar perempuan di Arab Saudi kini bisa berolahraga di ruang publik. - Istimewa

Bisnis.com, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi akhirnya menghapus larangan menyetir bagi perempuan. Hal ini bisa jadi kabar baik bagi industri otomotif, tetapi akan menjadi tantangan bagi perusahaan seperti Uber.

Dikutip dari Bloomberg, pada Juni lalu, negara super konservatif ini telah mengakhiri kebijakan yang telah lama dipertahankan untuk melarang wanita mengemudikan mobil. Raja Salman nampaknya ingin melepaskan diri dari ketergantungan negara terhadap minyak dan membukan kesempatan bagi produsen mobil untuk menginvestasikan uangnya di negaranya.

Hal ini diyakini akan meningkatkan permintaan mobil. Perusahaan seperti Toyota dan Hyundai yang fokus pada mobil mewah harus mulai meningkatkan produksi mobil yang lebih kecil dan terjangkau bagi wanita muda dan pelajar.

Namun, dikhawatirkan juga banyak para supir amatir yang turun ke jalan sehingga menyebabkan lalu lintas rawan kecelakaan.

"Ini menarik. Mungkin negara akan dihadapkan beberapa tantangan, tetapi ini adalah kemajuan bahwa Pemerintah Arab Saudi menyadari wanita bisa berkontribusi terhadap perekonomian," ujar Rebecca Lindland, analis yang tinggal di Arab Saudi.

Berdasarkan data World Factbook CIA, rata-rata populasi negara tersebut berumur 27 tahun dan hanya sekitar 8% yang berumur lebih dari 55 tahun.

Tag : arab saudi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top