PENERIMAAN CPNS 2017 : Total 2,43 Juta Pelamar Perebutkan 37.138 Formasi

Pusat data Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) Badan Kepegawaian Negara mencatat sampai dengan hari penutupan pendaftaran pada pukul 00.01 WIB (26/9/2017), jumlah pelamar CPNS 2017 Tahap Kedua untuk 61 Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai 1.295.925 orang.
Yusran Yunus | 27 September 2017 10:03 WIB
Peserta bersiap mengikuti ujian menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Kampus Stie Amkop jalan Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9). Sebanyak 11 ribu lebih peserta CPNS Strata satu (S1) dan SLTA mengikuti tes tersebut mulai 11-16 September 2017, sementara kouta untuk penerimaan pegawai Kanwil Kemenkumham Sulsel sebanyak 651 orang yang akan ditempatkan di Lapas, Rutan dan kantor Imigrasi setempat. ANTARA FOTO - DARWIN F

Kabar24.com, JAKARTA - Pusat data Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) Badan Kepegawaian Negara mencatat sampai dengan hari penutupan pendaftaran pada pukul 00.01 WIB (26/9/2017), jumlah pelamar CPNS 2017 Tahap Kedua untuk 61 Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai 1.295.925 orang.

Jika digabungkan dengan total pelamar pada penerimaan Tahap Pertama untuk 2 K/L yakni Kemenkumham dan MA yang mencapai 1.137.731 orang, maka total jumlah pelamar CPNS 2017 saat ini mencapai 2.433.656 orang dengan memperebutkan 37.138 formasi. Berarti, kalau dirata-ratakan, satu formasi/jabatan diperebutkan oleh 65,5 pelamar.

Siaran pers Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang diterima Bisnis, Rabu (27/9/2017) menyebut, jumlah pendaftar CPNS tahun 2017 ini mendekati jumlah pelamar CPNS secara online pada pada tahun 2014 yang mencapai 2.603.780 orang, dan sempat tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Saat itu, pemerintah membuka lowongan sebanyak 65 ribu formasi CPNS, terdiri dari 25 ribu formasi CPNS untuk instansi pemerintah pusat, dan 40 ribu formasi untuk pemerintah daerah. Ketika itu tingkat persaingan berada di angka 1:40.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, dalam berbagai kesempatan menegaskan pemerintah menerapkan kebijakan minus growth dalam penerimaan CPNS tahun 2017 ini.

Hal itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017.

Dalam menetapkan kebutuhan PNS, diarahkan untuk jenis jabatan yang mendukung Nawacita dan rencana pembangunan jangka menengah nasional. Jabatan dimaksud adalah yang melaksanakan tugas teknis dengan prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, pembangunan poros maritim, pembangunan ketahanan energi, jabatan untuk melaksanakan pembangunan ketahanan pangan, penegak hukum.

Jabatan lain yang dibutuhkan untuk program dukungan reformasi birokrasi serta formasi khusus untuk K/L yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan, putra/putri lulusan terbaik dengan pujian/cum laude, penyandang cacat/disabilits, serta putra/putri berprestasi internasional.

Namun, untuk tahun 2017 ini, prioritas jabatan dalam pengadaan CPNS bagi instansi pusat adalah jabatan fungsional dan jabatan teknis lain yang merupakan tugas inti dari instansi dan mendukung Nawacita serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Sedangkan untuk instansi daerah diprioritaskan pada jabatan Guru, Dokter, Perawat, serta jabatan-jabatan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

"Kalau tahun ini ada pembukaan lowongan CPNS untuk sebagian besar pemerintah daerah, diperkirakan peminatnya akan jauh lebih banyak, dan boleh jadi memecahkan rekor MURI tahun 2014," kata KemenPANRB.

Pasalnya, formasi instansi pemerintah pusat tahun ini tidak ada jabatan untuk guru dan tenaga kesehatan, yang biasanya banyak dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, banyak sarjana keguruan yang hingga saat ini belum bisa melamar.

 

Tag : cpns
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top