Kisah Anak Tukang Las Pinggir Jalan Kuliah di China

Keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih prestasi bagi Rama Aldi Shanjaya, mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University (NTVU) China.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2017  |  14:42 WIB
Kisah Anak Tukang Las Pinggir Jalan Kuliah di China
Tembok Raksasa di China - News.com.au

Kabar24.com, BANDARLAMPUNG - Keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih prestasi bagi Rama Aldi Shanjaya, mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University (NTVU) China.

Rama, di Bandarlampung, Selasa (26/9/2017), menuturkan, meski ayahnya bekerja sebagai tukang las, namun hal itu tidak membuat dirinya merasa rendah diri.

Bengkel las pinggir jalan yang dibuka ayahnya tersebut melayani pengelasan kecil-kecilan. Penghasilan ayahnya yang pas-pasan digunakan untuk menghidupi keluarga, dengan Rama sebagai anak keempat dari enam bersaudara.

Dia menyadari kondisi ekonomi keluarga yang terbatas itu, sehingga mendorongnya untuk menjadi anak yang mandiri dan bisa membanggakan orangtuanya.

Rama dulu sempat ragu untuk kuliah, karena tidak ingin membebani orangtua. Tapi, berkat lolos sebagai penerima beasiswa Bidikmisi Darmajaya, Rama bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Bahkan, berbagai prestasi telah diraih mahasiswa Jurusan D3 Akuntansi ini, di antaranya juara II lomba Debat Pramuka se-Sumatera-Jawa 2016, dan juara II lomba National Debate Competition Management Fair Darmajaya 2017.

"Tidak cuma banyak beasiswa, di Darmajaya juga punya banyak program internasional. Awalnya, saya berpikir, bisa belajar di luar negeri itu mimpi yang terlalu muluk-muluk. Tapi, saya membuktikan kepada diri sendiri bahwa pemikiran itu salah. Ikut Program Student Mobillity Darmajaya mampu mewujudkan mimpi saya untuk menuntut ilmu hingga ke negeri China," ujar Rama lagi.

Akuntansi

Putra pasangan Darussalam Fickry dan Yoppy Viana Wijaya ini mengaku tertarik untuk mempelajari tentang perkembangan serta perbedaan sistem akuntansi yang digunakan di Indonesia dan China.

"China merupakan negara yang maju baik di bidang perekonomian, industri maupun teknologi. Selain itu, adat budaya dan objek wisata yang dimiliki China juga sangat menarik. Mudah-mudahan pengalaman belajar di NTVU bagi saya dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan internasional," ujarnya lagi.

Rektor Darmajaya Firmansyah Y Alfian mengutarakan kebanggaannya kepada para mahasiswa Darmajaya yang berani, percaya diri, dan mau berusaha untuk studi keluar negeri.

Dia mengungkapkan, tahun 2017 terdapat dua mahasiswa yang melakukan riset bersama di Universiti Teknikal Malaysia di Melaka, dan satu mahasiswa di Cheng Shiu Taiwan.

Pada program student mobility terdapat tujuh mahasiswa Darmajaya menjalani studi di Nantong Vocational University China, empat mahasiswa di Cheng Shiu University Taiwan, dan empat mahasiswa di Rajamangala University Technology Krungthep Thailand.

"Kami menyadari saat ini Indonesia telah memasuki era persaingan global. Karena itu, Darmajaya mendorong para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri melalui beragam program internasional. Bertujuan agar mereka nantinya menjadi lulusan-lulusan yang berdaya saing global," katanya lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
beasiswa

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top