KPK Geledah Ruang Bupati Kukar. Sekda Tak Jadi Rapat Soal Sewa Rumah

Enam petugas memakai rompi Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah Kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (26/9/2017).
Muhamad Yamin | 26 September 2017 16:29 WIB
Ilustrasi: Penyidik KPK - Antara

Kabar24.com, Tenggarong - Enam petugas memakai rompi Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah Kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (26/9/2017).

Rombongan KPK tiba pukul 10.00, langsung mencari Sekretaris Daerah Pemkab Kukar. Kebetulan Sekda Marli mau memulai rapat bersama stafnya dengan agenda pembahasan sewa rumah.

“Kami baru kumpul-kumpul dengan Bapak Sekda mau mulai rapat ketika KPK datang,” ujar Rahmat Sukarni, salah satu Pegawai Negeri Sipil Pemkab Kukar.

Rahmat bersama ratusan PNS di Pemkab Kukar harus rela disita ponselnya oleh petugas KPK dan tak boleh keluar dari ruangan kantor.

“Seluruh ponsel disita dan kami tak boleh keluar (kantor). Ketika mau sholat, baru kami boleh keluar,” jelas Rahmat diwawancarai wartawan.

Ditanya keberadaan Bupati Kukar dan Wakil Bupati, Rahmat menjelaskan kedua pimpinan sedang tidak berada di tempat.

Pantauan Bisnis.com, enam petugas KPK terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan mengenakan jilbab. Seluruh petugas KPK mengenakan masker dan dikawal ketat anggota polisi bersenjata lengkap dari Polresta Kukar.

Rombongan KPK ke kantor Pemkab Kukar menggunakan empat unit mobil. Selain ruangan Bupati Kukar, petugas KPK menyambangi gedung Pemkab Kukar bagian Pembangunan, Kesejahteraan dan Sumber Daya Alam.

 

Tag : kpk
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top