Mitigasi Bencana Gunung Agung : Dana Pengungsi Belum Bisa Dicairkan

Puluhan ribu pengungsi Gunung Agung saat ini harus mengandalkan dana donasi karena anggaran bencana yang berada di rekening pemda dan Pemprov Bali belum bisa dicairkan.
Feri Kristianto, Ni Putu Wiratmini | 25 September 2017 21:16 WIB

Kabar24.com, SEMARAPURA--Puluhan ribu pengungsi Gunung Agung saat ini harus mengandalkan dana donasi karena anggaran bencana yang berada di rekening pemda dan Pemprov Bali belum bisa dicairkan.

Padahal, jumlah pengungsi diperkirakan bisa mencapai 70.000 orang jika luasan areal terdampak lebih dari 12 Km. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa sebenarnya Pemprov Bali memiliki dana bencana Rp4,5 miliar ditambah Pemkab Klungkung Rp1,5 miliar dan Pemkab Karangasem Rp1,2 miliar yang siap untuk digunakan mendanai pengungsi.

Keputusan itu sesuai dengan PP No.21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Dalam aturan itu, pencairan dana Bencana yang bersumber dari APBD belum bisa dicairkan. Pencairan dana bencana baru diperbolehkan apabila status sudah tanggap darurat, sedangkan saat ini masih pencegahan bencana.

"Sementara ini ditalangi para donatur, jadi masing-masing gotong royong. Kayak kemarin pergi ke Sidemen [Kabupaten Karangasem], mau masak ga ada gas, keluarin duit lah untuk masak," jelasnya di Pos Siaga Tanah Ampo, Senin (25/9/2017).

Pastika menegaskan selain mengandalkan donasi, BNPB juga akan memberikan bantuan senilai Rp1 miliar tetapi pencairannya menunggu pembukaan rekening. Dia menekankan meskipun dana belum dicairkan, tetapi pasokan logistik untuk pengungsi masih cukup.

"Persoalan logistik hanya di gas dan distribusinya harus benar jangan sampai jatuh ke tempat memang sudah banyak. Jadi mereka harus atur itu sesuai, supaya tepat waktu," ungkap Pastika.

Kadisperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi menambahkan kebutuhan gas untuk kebutuhan dapur umum sangat tinggi mencapai sekitar 1 ton per hari untuk dapat memasak konsumsi bagi seluruh pengungsi. GM Pertamina Bali Nusra Ketut Arya Kumara menyakinkan bahwa pasokan gas aman dan mencukupi.

"Tim kami sekarang mendata titik-titik dapur umum agar bisa memasok gas buat memasak. Sekarang dalam pendataan, tetapi pasokan aman kami pastikan," jelasnya.

Kebutuhan pengungsi dinilai sangat penting, karena diperkirakan jumlah arus orang yang menjauhi Gunung Agung akan terus meningkat.

Berdasarkan data BNPB, tercatat total pengungsi sebanyak 48.540 jiwa dan tersebar di 301 titik. Jumlah tersebut merupakan warga yang lokasi desanya berada di radius 12 Km dari puncak Gunung Agung. Pusat pengungsian ada di empat lokasi yakni GOR Swecapura Kabupaten Klungkung, Lapangan Ulakan Manggis , serta Les Kabupaten Buleleng. Pengamatan Bisnis, logistik bagi pengungsi terkumpul sangat banyak di ketiga pos tersebut serta di Pos Komando Penanganan Bencana di Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem.

Mitigasi Disiapkan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada menyebutkan bencana Gunung Agung ini kemungkinan akan mendatangkan sekitar 100.000 pengungsi dari Kabupaten Karangasem. Klungkung sebagai kabupaten terdekat menurutnya sangat siap menerima kedatangan pengungsi dari bencana ini.

Kata dia, peningkatan jumlah pengungsi ini akan menyebabkan dibukanya titik-titik pengungsian baru seperti pemanfaatan bale banjar hingga pemanfaatan rumah warga sebagai penampungan.

"Nanti pengungsi yang di tenda-tenda akan kita evakuasi ke bale banjar lainnya karena cuaca yang tidak menentu," katanya.

Dia menyebutkan, pihaknya akan tetap mengutamakan kenyamanan pengungsi. Seperti misalnya pada kapasitas tempat penampungan yang diusahakan tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

"Untuk menampung warga kita harus buat senyaman mungkin maka kita cari tempat seperti bale banjar dan akan menyesuaikan dengan daya tampung tidak melebihinya," katanya.

Kata dia, sebagai posko pusat, GOR Swecapura juga menjadi pusat logistik yang ada di daerah Klungkung. Dia menuturkan, hingga saat ini kebutuhan logistik dijamin aman terutama untuk keperluan konsumsi pengungsi. Walau, dia tidak bisa memprediksi sampai kapan jumlah logistik yang ada bisa mencukupi kebutuhan pengungsi. Namun, dia optimistis, sampai satu bulan ke depan, kebutuhan pengungsi dipastikan aman.

"Kita selalu siap untuk kebutuhan makanan, yang jelas siapa yang bisa memprediksi adanya bencana ini yang jelas kami akan memberikan yang terbaik," katanya.

Dia menyebutkan Pemerintah Klungkung telah menyiapkan segala kemungkinan terkait bencana Gunung Agung sejak 18 September 2017. Pada saat Gunung Agung berada pada awal level awas, Kabupaten Klungkung telah menerima pengungsi sejumlah 500 orang, tetapi sampai saat ini sudah lebih dari 11.000 orang.

"Sesuai arahan bupati, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kabupaten klungkung harus siap," katanya.

Dia tidak memungkiri, walau sebagai tempat pengungsian terdekat, sejumlah daerah di Klungkung juga rawan terkena bencana Gunung Agung. Klungkung masuk dalam zona kuning dalam bencana Gunung Agung. Diperkirakan akan ada 13 desa Kabupaten Klungkung yang terkena dampak erupsi Gunung Agung, dengan jumlah warga sebanyak 52.000 orang.

"Yang jelas kita sudah sosialisasi ke Kecamatan Dawan dan Klungkung kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan kita evakuasi dari," sebutnya.

Kata dia, antisipasi pada 13 desa ini berkaitan dengan bencana Gunung Agung pada tahun 1963 karena lokasinya berada di sepanjang Sungai Tukas Unda yang merupakan aliran lahar. Meskipun demikian pihaknya tidak mengetahui apakah pda tahun ini kekuatan letusannya akan menyerupai 1963.

GRAFIS------

Rincian Pengungsi:

1. Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa),

2. Bangli 35 titik (4.690 jiwa)

3. Buleleng 24 titik (8.518 jiwa)

4. Denpasar 22 titik (1.439 jiwa)

5. Kabupaten Gianyar 10 titik (137 jiwa)

6. Kabupaten Jembrana 4 titik (82 jiwa)

7. Kabupaten Karangasem 82 titik (21.157 jiwa)

8. Kabupaten Klungkung 104 titik (11.494 jiwa)

9. Kabupaten Tabanan 17 titik (695 jiwa)

Sumber: BNPB

DATA KEGEMPAAN

*(1) Jumlah kegempaan per hari* dalam 3 Hari terakhir terus mengalami peningkatan, sebagai berikut:

*22-Sep-2017*

586 kali Vulkanik Dalam (VA)

119 kali Vulkanik Dangkal (VB)

119 kali Tektonik Lokal

*23-Sep-2017*

490 kali Vulkanik Dalam (VA)

172 kali Vulkanik Dangkal (VB)

51 kali Tektonik Lokal

*24-Sep-2017*

570 kali Vulkanik Dalam (VA)

350 kali Vulkanik Dangkal (VB)

69 kali Tektonik Lokal

*25-Sep-2017 pukul 00.00-12.00 WITA*

268 kali Vulkanik Dalam (VA)

189 kali Vulkanik Dangkal (VB)

38 kali Tektonik Lokal

*(2) Gempa-gempa terasa semakin sering terjadi di sekitar G. Agung.* Hal ini mengindikasikan energi magmatik yang luar biasa besar yang dimiliki oleh G. Agung, yang terbesar dalam sejarah pemantauan instrumental di G. Agung.

*(3) Deformasi Tiltmeter* masih mengindikasikan kecenderungan inflasi (penggebungan) pada tubuh G. Agung.

 

Sumber : Kepala PVMBG Kasbani

Tag : gunung agung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top